12 Tahun DO, Mark Zuckerberg Akhirnya Wisuda

Zuckerberg sarjana dengan gelar kehormatan ‘Honoris Causa

mark zuckerberg, wisuda, sarjana,facebook

Menjadi salah satu pemuda terkaya di dunia, ternyata tidak membuat Mark Zuckerberg melupakan pentingnya pendidikan. Pada tahun 2005 silam, Mark Zuckerberg keluar dari Universitas Harvard, Amerika Serikat tanpa menyandang gelar sarjana. Ia memilih menyandang status drop out lantaran ingin fokus mengembangkan jejaring sosial yang saat itu ia dirikan, Facebook.

Siapa sangka, 12 tahun berlalu, Zuckerberg kembali ke Universitas yang menjadi saksi bisu perjuangannya mendirikan Facebook. Dalam kesempatan itu, Zuckerberg akhirnya diwisuda dengan gelar kehormatan yang kerap disebut dengan ‘Honoris Causa’.

Dalam laman Facebook pribadinya, Mark Zuckerberg tidak dapat menyembunyikan rasa antusiasmenya. Beberapa hari yang lalu, ia pun turut mengunggah foto- foto kunjungannya ke Harvard, hingga video live tur ke kamar asramanya dulu. Ia juga tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya dengan mengunggah foto dirinya dengan jubah dan toga wisuda beserta ijazahnya bersama dengan ayah ibunya.

Baca Ini Juga Ya :   Usianya Baru 24 Tahun, Pemuda ini Sudah Jadi Doktor Termuda Indonesia

“Ibu, saya selalu bilang padamu bahwa saya akan kembali (ke Harvard) dan meraih gelar,” begitu caption foto yang diunggahnya pada 26 Mei 2017.

Foto tersebut sontak mengundang suka cita dari netizen. Netizen pun banyak memberi komentar di foto tersebut, sehingga foto tersebut mendapatkan 1,9 juta reaksi dari netizen dan dibagikan lebih dari 64.000 kali.

Dalam acara kelulusan mahasiswa Harvard kelas 2017, Zuckerberg didaulat untuk memberikan pidato. Ia lantas mengimbau para milenial agar selalu setia dan fokus pada tujuan dan menciptakan ekosistem lingkungan yang mempunyai tujuan.

“Sebagai milenial, menemukan tujuan saja tak cukup. Tantangannya untuk generasi ini adalah menciptakan dunia di mana semua orang memiliki tujuan,” ia menuturkan.

Baca Ini Juga Ya :   Wanita ini Dijuluki sebagai Gadis Semen. Kisah Hidupnya Ternyata Sangat Menyedihkan

“Itu adalah kunci dari kebahagiaan sejati dan satu-satunya cara untuk membuat masyarakat kita maju,” begitu pungkasnya.

Komentar

komentar