Nggak Nyangka! Ternyata 6 Negara ini Menggunakan Bahasa Jawa sebagai Bahasa Sehari- hari

Bahasa Jawa bukan cuma populer di Indonesia saja

Orang Jawa di Indonesia

Bukan rahasia lagi, Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa lokal yang paling populer di Indonesia. Namun ternyata bukan hanya populer di Indonesia saja, bahasa lokal yang paling banyak digunakan di Indonesia ini ternyata juga banyak digunakan di luar negeri lho. Wahhhh….

Negara mana saja sih yang juga ikut menggunakan bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa sehari- hari?? Simak ulasan Geet & Aditya kali ini yaa…

[ Baca Ini Juga Ya : Di Indonesia Digaji Rendah, 10 Pekerjaan Ini Malah Dibayar Mahal di Luar Negeri ]
1. Malaysia
Suku Jawa di Malaysia berbicara dalam bahasa Jawa
Jumlah warga suku Jawa yang tinggal di negeri Jiran ternyata cukup signifikan. Bahkan, di negara bagian Selangor dan Johor, warga suku Jawa nya berjumlah hamper 20% dari total populasi. Bisa dibilang, masyarakat Jawa di Malaysia saat ini adalah generasi empat atau lebih. Ada sebuah wilayah di Johor bernama Parit Jawa yang memiliki atmosfir kental Jawa. Beberapa warga Melayu etnis Jawa disana juga menduduki posisi strategis di Malaysia, mulai dari para menteri hingga birokrat.

2. Singapura
Suku Jawa di Singapura biasa menggunakan bahasa Jawa untuk sehari- hari
Menurut sejarah, sejumlah orang Jawa mulai datang ke Singapura sejak 1825. Diperkirakan semua masyarakat Jawa ke Singapura bersamaan dengan kedatangan mereka ke Malaysia. Jika ke Singapura, berkunjunglah ke Kampong Jawa yang letaknya di tepi sungai Rochor. Tempat ini dikenal sebagai tempat pemukiman pertama orang Jawa di Singapura. Selain Kampung Jawa, ada juga Kallang Airport Estate sebagai tempat pemukiman orang Jawa juga. Warga Jawa bahkan hidup berdampingan dengan orang Melayu dan China di Kallang.

3. Suriname
Rakyat Suriname keturunan Jawa hingga kini masih menggunakan bahasa Jawa
Pasti sudah tahu dong cerita tentang Suriname? Yuhuuu…. Suriname adalah sebuah Negara Republik yang letaknya ada di bagian timur laut Amerika Selatan. Negara yang awalnya bernama Guyana Belanda banyak berasal dari tanah Jawa. Nggak heran, hingga saat in, bahasa Jawa pun masih sering digunakan, disamping bahasa Belanda yang menjadi bahasa nasional warga Suriname.

[ Baca Ini Juga Ya : ANEH TAPI NYATA! 11 Ramalan The Simpsons Ini Sudah Menjadi Kenyataan! ]

4.  Belanda
Universiteit Leiden di Belanda
Belanda sering dianggap sebagai gudang dari orang- orang atau pakar yang memiliki minat khusus terhadap keberadaan bahasa Jawa. Universitas tertua di Belanda, Universiteit Leiden, yang didirikan pada 1575 adalah salah satu gudangnya. Di universitas ini, kita bisa melihat naskah- naskah kuno berhuruf Jawa atau sastra Jawa kontemporer yang masih terawatt.

5. Kaledonia Baru
Suku Jawa di Kaledonia Baru biasa menggunakan bahasa Jawa
Kaledonia Baru adalah sebuah negeri yang terletak di Samudera Pasifik bagian selatan dengan ibu kota bernama Noumea. Migrasi orang Jawa ke Kaledonia hamper bersamaan dengan kepindahan warga Jawa ke Suriname. Migrasi ini terjadi sekitar tahun 1896, yaitu saat 170 keluarga Jawa dipekerjakan di pelabuhan kota Noumea. Saat ini, ada kurang lebih 7000 hingga 11.000 warga keturunan berbagai etnis Indonesia yang tinggal di Kaledonia Baru. Faktor ini tentu saja salah satu alasan kenapa ada orang- orang Jawa di negeri ini yang menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari- hari hingga sekarang.

6. Kepulauan Cocos (Keling)
Suku Jawa di Kepulauan Cocos masih kental dengan budaya Jawa
Kepulauan Cocos masih termasuk di wilayah territorial Australia. Sebagian besar penduduk Kepulauan Cocos adalah orang Melayu yang berbicara dalam bahasa Melayu sehari- hari. Dari keseluruhan warga Melayu, tidak sedikit dari mereka yang berasal dari etnis Jawa. Kono, banyak dari keturunan dari Jawa ini yang masih memegang budaya Jawa, bahkan pada golongan tuanya masih banyak yang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari- hari. Di Pulau Cocos, ada banyak wayang- wayang yang dibuat dari bahan kulit ikan hiu yang sudah dikeringkan. Nggak heran, di Australia sendiri pernah menjadikan gambar wayang kulit sebagai gambar di perangko nasional Australia.

[ Baca Ini Juga Ya : Kenapa sih Google Tidak Suka Merekrut Lulusan Perguruan Tinggi Top? Ternyata Ini Alasannya…. ]

Jadi, bangga dong dengan bahasa Jawa? Jika negara lain saja menggunakan bahasa Jawa, maka sudah semestinya kita bersemangat untuk melestarikan ragam bahasa daerah kita.

 

Sumber : anehdidunia.com

Komentar

komentar