Salut! Anak Satpam di Sleman ini Berhasil Raih Gelar Doktor di UGM

Kerja keras tidak menghianati hasil

Retnaningtyas

Menjadi sebuah kebanggaan bagi setiap orangtua untuk bisa menyekolahkan anak mereka hingga ke jenjang tertinggi, tak peduli apapun latar belakang pekerjaannya. Sama seperti kisah satpam yang berhasil menyekolahkan putrinya hingga meraih gelar doktor di UGM ini.

Dengan mengenakan seragam satmpam lengkap dengan sepatu boot kebanggannya, Teguh Tuparman berjalan dengan tegap dan gagah menuju Gedung Graha Sabha Pramana sembari menggandeng istri serta anak- anaknya. Baginya, hari ini adalah hari yang istimewa karena ia berkesempatan menyaksikan putri sulungnya menjlaani proses wisuda dari UGM dengan menyandang gelar doktor.

 

Mimpi Yang Menjadi Nyata

Dan di hari yang penuh suka cita itu, sang ayah pun dengan bersemangat menceritakan perjalanan anaknya hingga berhasil menyelesaikan jenjang Pendidikan tinggi di universitas tersohor di Yogyakarta ini.

Retnaningtyas Susanti, lahir 33 tahun yang lalu, di tahun yang sama saat Teguh mulai bekerja di UGM sebagai satuan keamanan. Ya, di waktu itu, ada dua moment penting dalam hidupnya yang terjadi hampir bersamaan. Baginya, ini bukanlah kebetulan.

Baca Ini Juga Ya :   Ini 12 Besar Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia 2016, Kampusmu Adakah??

Ia masih ingat betul bagaimana dulu ia sering membawa Tyas ikut ke tempat kerjanya, dan membawanya ikut berpatroli di akhir pekan. Sambil mengitari fakultas demi fakultas, timbul keinginan dalam hatinya untuk melihta putri kecilnya ini bisa berkuliah di salah satu Gedung yang ia lewati setiap hari itu.

“Kan saya kerja di tempatnya orang-orang pintar, jadi saya ingin juga anak saya nanti bisa jadi seperti orang-orang dini,” ungkap Teguh.

Impian tersebut terus terjaga hingga saat putrinya menyelesaikan Pendidikan di SMA. Meskipun tidak mudah baginya, ia pun mendukung keinginan sang putri agar bisa melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di UGM prodi Antropologi. Demi mewujudkan hal ini, ia pun mengumpulkan biaya kuliah sambal memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari keluarga dengan gaji yang terbatas.

Baca Ini Juga Ya :   Bocah dari Aceh Sulap Pohon Kedondong Menjadi Sumber Listrik dengan Cara Ajaib

Tekad dan dukungan dari orangtua pun membuat Tyas semangat menjalani masa kuliahnya. Ia akhirnya bisa menyelesaikan jenjang Pendidikan sarjana meskipun tidak mudah. Usai lulus, ia sempat bekerja sebagai peneliti di Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) UGM.

Usai dua tahun lulus dengan gelar sarjana, ia pun memutuskan untuk melanjutkan jenjang Pendidikan S2. Saat itu, kedua orangtuanya bimbang karena tidak mempunyai cukup biaya.

“Waktu saya kuliah S1 Bapak dukung penuh. Meski awalnya saya tidak yakin bisa kuliah, Bapak yakinkan bahwa saya bisa kuliah. Tapi waktu saya mau S2 Bapak tidak bisa membiayai lagi karena adik-adik saya juga masih sekolah semua,” tutur Tyas.
Karena situasi yang tidak mendukung, Tyas pun mencoba berbagai pekerjaan sampingan agar bisa membiayai kuliahnya sendiri. Kerja kerasnya membuahkan hasil dan menuai prestasi di saat yang bersamaan.

Baca Ini Juga Ya :   Menabung Recehan 5 Tahun, Pasangan ini Kaget dengan Jumlahnya

Tahun 2011, Tyas berhasil membawa pulang gelar master di bidang pariwisata. Gelar ini lah yang membuka jalan baginya untuk memulai profesi dosen di Universitas Andalas Padang. Di tahun 2013, ia akhirnya kembali lagi ke Jogja untuk studi S3 dengan beasiswa BPPDN Dikti.

Tidak Ada yang Tidak Mungkin Selama Mau Berusaha

Meskipun jalan yang ia lalui tidak mudah, namun kisah Tyas membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan punya niat tulus untuk menggapai impian kita.

Tyas pun menitip pesan untuk adik- adiknya yang masih duduk di bangku kuliah dan juga orang lain yang membaca kisahnya agar terus berjuang untuk mendapatkan Pendidikan terbaik karena ada berbagai jalan yang dapat ditempuh.

Komentar

komentar