Heboh Orang Depok Beli CBR150R Pakai Satu Ember Uang Koin

ribet sih, tapi yang penting bayar cash,hehehe

honda cbr,uang koin

Apa saja bisa boleh dilakukan agar apa yang kita inginkan terwujud, selama itu dilakukan dengan cara yang halal. Sepertinya sih itu yang mengilhami Setiadi, salah seorang konsumen Honda Motor Care Depok saat membeli Honda CBR150 Repsol dengan cara yang nyentrik. Bukan dengan cek atau kredit, ia memutuskan untuk membayar motor sport seharga Rp 33,425 juta ini secara tunai dengan menggunakan pecahan uang koin yang ia kumpulkan di sebuah dus dan juga ember. Waahhh!

Salah seorang pegawai Honda Moto Care Depok, Mia Sisilia mengatakan bahwa konsumen ini dating ke Honda Motor Care dengan membawa pecahan uang koin di dalam ember berukuran 25 kg.

Baca Ini Juga Ya :   Gokil! "Om Telolet Om' Ngehits di Twitter dan Terkenal di Kalangan Seleb Dunia

“Kemarin sales yang menangani itu Yulia Anggraini teman saya. Bapaknya itu datang membawa ember bekas cat berukuran 25 kg yang isinya uang koin semua dan satu dus bersika 14 plastik pecahan Rp 1.000,” ucap Mia seperti dikutip dari Otomania, Selasa (27/9/2016).

Menuru keterangan dari Mia, konsumen bernama Setiadi ini mengumpulkan uang koin selama lima tahun agar bisa untuk membeli motor sport. Uang koin berasal dari sisa uang jajan atau sesekali uang sisa belanja di supermarket ini. Menurutnya lagi, motor CBR yang dibelinya ini bukan untuknya, tapi akan digunakan oleh anaknya.

uang koin,honda CBR
Beli CBR pakai Uang Koin/ via Otomania

Karena jumlah uangnya yang sangat banyak, tentu saja pegawai sempat merasa kewalahan dalam menghitung jumlah unag koin yang dibawa oleh Setiadi ini. Saking repotnya, proses penghitungan uang koin yang dimulai sejak kemarin pagi, Senin 26 September 2016 belum selesai juga sampai saat ini.

Baca Ini Juga Ya :   Kenalan di Tinder, Hari Pertama Ketemuan, Hari Kedua Dibeliin Mobile Mewah, Hari Ketujuh Langsung Menikah

“Kita ganti-gantian menghitung uangnya, tapi belum kelar. Sampai saat ini baru Rp 32 juta dalam bentuk koin Rp 1.000. Kalau semua sudah terhitung, baru kami infokan ke konsumen untuk pengiriman unitnya,” ucap Mia.

Ribet sih ya, tapi mungkin ini metode yang lebih bagus ya daripada kredit bertahun- tahun? Hehehe… Jangan lupa tinggalkan komentar ya 🙂

Komentar

komentar