Salut! Mahasiswa Cantik ini Tidak Malu Bekerja Bangunan dan Jadi Supir Angkot

Demi cita- cita, Brenda tidak malu menjadi supir angkot

Brenda Trivena Grace Salea ,mahasiswa cantik, supir angkot,kerja bangunan

Banyak stereotype beredar yang mengatakan anak jaman sekarang manja dan tidak mau bersusah payah untuk membiayai sekolahnya sendiri. Kenyataannya, masih banyak lho anak muda pekerja keras yang mau bekerja keras untuk membiayai kuliahnya sendiri.

Salah satunya adalah mahasiswa cantik dari STMIK Manado. Wanita dengan paras cantik dan tubuh tinggi bak model ini tidak pernah malu atau gensi untuk bekerja apapun demi membantu perekonomian keluarganya.

Brenda Trivena Grace Salea
Brenda dikenal sebagai mahasiswa cantik, cerdas dan supel/ via Tribunnews

Di kampus, wanita bernama lengkap Brenda Trivena Grace Salea ini dikenal sebagai seorang mahasiswa yang cerdas dan supel. Sedangkan di kampung halamannya di Likupang, Minahasa Utara, ia dikenal sebagai sosok sopir angkot jurusan Likupang-Tatelu. Tak heran, nama Brenda cukup terkenal di terminal Likupang ini.

Baca Ini Juga Ya :   Ini Dia Nunuk Nuraini, Insinyur Teknologi Dibalik Cita Rasa Khas Indomie

Saat bekerja sebagai sopir angkot, tak jarang Brenda digoda oleh penumpang lelaki. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, Brenda hanya memperbolehkan penumpang wanita untuk mengisi bangku depan yang berada di sebelah supir. Meski demikian, Brenda sendiri mengaku bahwa semuanya masih dalam batasan wajar. Ia pun kerap membalasnya dengan senyum saja.

Brenda tidak menjalani profesi sebagai sopir angkot ini setiap hari. Dia biasanya membawa angkot di hari Sabtu atau pada saat liburan semester. Di hari Senin-Jumat, ia tidak bisa membawa angkot karena harus fokus kuliah. Jika terpaksa harus menarik angkot di malam hari, maka Brenda akan minta tolong kakak atau ayahnya untuk menemani.

Brenda Trivena Grace Salea ,supir angkot,cantik,mahasiswa cantik
Brenda saat membawa angkota/ via Tribunnews

Brenda juga Pernah Menjadi Kuli Bangunan dan Pemasok Air Mineral

Selain sering merangkap menjadi supir angkot, Brenda juga pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan juga sebagai pemasok air mineral kemasan ke warung- warung. Dalam menjalankan pekerjaannya, Brenda tidak segan untuk mengangkat sendiri air mineral kemasan itu ke warung- warung yang disinggahinya.

Baca Ini Juga Ya :   IPK 3.98, Anak Buruh Bangunan Menjadi Lulusan Terbaik Instiper Yogyakarta

Pilihannya untuk mau bekerja keras sambal kuliah ini didasari karena keadaan ekonomi keluarganya. Selain itu, Brenda ingin menuntaskan pendidikannya ke level yang lebih tinggi, sehingga ia akan melakukan perjuangan terbaik agar bisa melanjutkan pendidikannya.

Brenda Trivena Grace Salea, mahasiswa cantik, kuli bangunan
Brenda saat bekerja sebagai kuli bangunan/ via Tribunnews

Brenda sendiri mulai terbiasa bekerja bukan saat ia mulai beranjak dewasa. Anak kedua dari tiga bersaudara ini sudah mulai bekerja membantu ekonomi keluarganya sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Saat itu ia berjualan ikan mentah sepulang sekolah.

Saat ia duduk di bangku kelas 1 SMP, ayahnya mulai mengenalkan mobil. Brenda akhirnya mulai belajar mengemudi sambal berjualan pisang goreng dan ikan masak. Selain belajar mengemudi, Brenda juga belajar membuka ban dan melihat mesin sendiri. Wah…. keren banget ya?

Baca Ini Juga Ya :   Susi Sianturi, Lulusan “Cum Laude” IPB yang Kuliah Sambil Jualan Pisang Goreng

Kisah hidup Brenda ini ternyata menginspirasi banyak teman- temannya dan orang- orang di sekitarnya. Banyak teman- temannya dulu yang tidak percaya dengan apa yang dilakukan Brenda di luar kampus. Setelah ia sering mengabadikan aktivitas pekerjaannya untuk ditunjukkan kepada teman- temannya, baru lah mereka percaya.

Semoga kisah Brenda ini bisa memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih hebat dan tangguh lagi dalam menjalani kehidupan kita dan memperjuangkan apa yang kita cita- citakan.

Komentar

komentar