Buat Kamu yang Ingin Menikah, Begini Tata Cara Pengurusan Dokumen Nikah yang Kamu Wajib Tahu

jangan buru- buru, ngurus dokumen pernikahan juga butuh waktu

menikah,dokumen nikah,tata cara,nikah

Menikah itu gampang? Iya, menikahnya memang gampang, tapi ternyata, waktu mendekati hari H dan saat kamu pikir semuanya nyaris selesai, ternyata kamu, pasangan dan keluarga masih harus repot menyiapkan ini itu untuk mengurus dokumen pernikahanmu.

Mungkin sebelumnya kamu sendiri sudah menduga kalau di Indonesia mengurus dokumen memang ribet, termasuk dokumen pernikahan. Tebakan kamu sih nggak meleset, hehehe… Tapi yang penting kamu dan calon pasangan halalmu wajib tahu ini dulu. Jangan sampai di hari H nya kamu dan pasangan malah galau karena masih bingung apa saja yang wajib disiapkan.

Sebelum semua disiapin, pastiin dulu kamu tahu lokasi KUA nya dan sudah menentukan lokasi pernikahannya. Sudah tahu kan pastinya? By the way, lokasi pernikahan ini harus kamu tentukan sebelumnya ya karena menentukan KUA tempat kamu mendaftarkan pernikahanmu.

[ Baca Ini Juga Ya : Meski Cinta, Kamu Jangan Sampai Melakukan 5 Hal Bodoh Ini ]

Misalnya kamu dan pasangan berada di daerah dan kecamatan yang berbeda, maka dokumen yang disiapkan bisa sedikit ribet. Jika akad pernikahan dilakukan di tempat calon mempelai wanita ( sesuai alamat KTP ), maka mempelai pria wajib mengurus surat numpang nikah dulu sesuai domisilinya. Hal yang sama juga terjadi sebaliknya jika calon mempelai wanita yang menikah di tempat mempelai pria. Terus gimana dong kalau dua- duanya menikah di daerah lain yang nggak sesuai dengan domisili? Ya dua- duanya harus mengurus surat tersebut di KUA kecamatan masing- masing.

Kapan Sih Dokumen Pernikahan Mulai Diurus?

Terus kapan sih idealnya dokumen ini mulai diurus?? Yang pasti nggak bisa dadakan ya. Selain itu, lebih cepat diurus tentu saja jadi lebih baik, guys. Ada banyak orang yang mengurus dokumen pernikahan mereka beberapa bulan sebelum hari H pernikahan mereka. Ada juga yang baru mengurus sebulan dari pernikahan mereka. Sebulan sebelum hari H itu sudah maksimal. Kalau kamu ingin menikah di hari dan jam yang primetime seperti Sabtu dan Minggu pukul 9-10 pagi, banyak orang menyarankan untuk mengurus dokumen pernikahan 6 bulan sebelumnya. Wahhh… lama ya??
Banyak nggak sih dokumen yang harus disiapkan untuk pernikahan? Yahh.. lumayan sih, tapi tenang aja, nggak akan sebanyak seperti dokumen yang harus kamu siapkan kayak pindah rumah kok. Beda lagi kalau kamu adalah angggota ABRI/ POLRI, karena kamu membutuhkan surat tambahan berupa surat ijin dari komandan. Kalau yang biasa mah nggak terlalu banyak juga.

[ Baca Ini Juga Ya : Ini Lho 10 Kisah Cinta Tragis Paling Legendaris yang Bikin Kamu Nangis ]

Dokumen yang Harus Disiapkan oleh Mempelai Pria

Buat kamu calon mempelai pria, berikut ini adalah dokumen yang wajib kamu persiapkan :
– Surat pengantar menikah dari RT/ RW sebagai dasar
– Datang ke Kantor Kelurahan/ Kantor Kepala Desa sesuai domisili KTP untuk mendapatkan surat kehendak nikah model N1, N2 dan N4
– Jika calon istri berbeda kecamatan dan daerah, kamu harus datang ke KUA di daerahmu untuk meminta surat numpang nikah atau surat pengantar kehendak nikah
Jika sudah selesai, susunlah rapid an serahkan pada pihak calon mempelai wanita ya

Dokumen yang Harus Disiapkan oleh Mempelai Wanita

Sekarang giliran calon mempelai wanita ya.. ini yang harus kamu persiapkan :
– Surat pengantar menikah dari RT/ RW sebagai dasar
– Datang ke Kantor Kelurahan/ Kantor Kepala Desa sesuai domisili KTP untuk mendapatkan surat kehendak nikah model N1, N2 dan N4

wanita,mempelai,menikah
Ilustrasi Gambar: Pixabay

Di tahapan selanjutnya, calon mempelai wanita, pria dan juga wali nikah datang ke KUA tempat pernikahan akan digelar dengan membawa berkas sebagai berikut :
* Foto kopi calon pengantin dan wali
* Akta kelahiran atau ijazah, serta KK masing- masing calon mempelai satu lembar
* Pas foto kedua calon pengantin dengan latar belakang berwarna biru dengan ukuran 2×3 sebanyak 2 lembar dan 4×6 sebanyak satu lembar. Biar nanti kamu nggak repot dan nggak bolak- balik, bawa lebih dari satu ya
* Jika calon mempelai berusia kurang dari 21 tahun, harus ada lampiran surat ijin orang tua ( model N5 )
* Jika calon pengantin di bawah umur ( 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita ), maka wajib melampirkan dispensasi dari Pengadilan  Agama
* Jika calon pengantin adalah anggota ABRI/ POLRI, wajib melampirkan surat ijin dari atasan
* Jika calon pengantin janda/ duda yang pasangannya meninggal dunia, maka harus ada surat ijin kematian ( model N6 )
* Jika calon pengantin janda/ duda karena bercerai, maka wajib melampirkan akta cerai
* Jika pendaftaran nikah kurang dari 10 hari, calon mempelai harus membawa dispensasi dari camat ( nahhh.. makanya jangan dadakan ya )
* Jika wali nikah bukan lah ayah kandung atau satu alamat denganmu, kamu wajib melampirkan surat keterangan wali dari kelurahan
* Fotokopi akta kematian ayah bila ayah sudah meninggal
* Fotokopi sertifikat khusus pra nikah
* Fotokopi imunisasi IT ( calon mempelai wanita )
* Untuk yang poligami, wajib mendapatkan surat ijin dari Pengadilan Agama terlebih dahulu
* Rapikan dan kumpulkan untuk mendapatkan surat nikah dan buku nikah di hari H mu nanti ya.

Makin nggak biasa dari jalur reguler, makin ribet ya dokumen yang harus disiapin? Tapi seenggaknya sekarang kamu akan merasa lebih siap setelah mengetahui apa- apa saja yang harus disiapkan dan juga tata cara pengurusan dokumen nikahnya. Yang pasti kamu bakal menyiapkannya dengan senang hati kok, karena ini akan terkait dengan hari halalmu dan pasanganmu ^_^

[ Baca Ini Juga Ya : Jangan Ragu Menikah Sebelum Mapan, Ini Lho Manfaatnya Buat Kamu dan Pasangan ] buku nikah,menikah
Catatan terakhir, jangan lupa untuk meminta kontak calon penghulumu yang bisa dihubungi. Ini sih untuk jaga- jaga aja kalau Pak Penghulu datang terlambat di hari H mu atau untuk klarifikasi ini dan itu. Siap nikah? Ayoo semangat ngurus dokumen pernikahanmu ^_^

Komentar

komentar