2007, Di mIRC Kami Pernah Bertemu

aku pengen ngitung bintang bareng kamu, karena itu butuh waktu lamaaa banget..

mIRC,chatting

2007, sebuah waktu yang cukup lama untuk menengok kembali. Tapi aku masih ingat… sungguh masih ingat. Saat- saat dimana kita menghabiskan waktu untuk berbagi satu sama lain. Bercerita tentang sekolah, kehidupan, harapan dan masa depan. Jika aku pernah bermimpi tentang fairy tale, maka waktu itu, aku berpikir, kamu lah yang akan menjadi bagian cerita dongengku. Kamu lah yang aku pilih untuk ada disini saat ini. Bukan yang lain.

“Halo namaku Nando… boleh kenalan denganmu?”

Sebuah awalan biasa yang membawa kita dalam obrolan singkat tapi mengena. Perkenalan ini sangat biasa, tidak ada yang special. Obrolan kita pun biasa saja. Kita saling bertanya tentang asal, sekolah, tahun kelahiran dan kesukaan. Tapi yang aneh ketika kita berdua mau log out. Tiba- tiba saja kamu bertanya mau kah aku menjadi pacarmu.

“Hey, kita tidak benar- benar saling kenal…”, ujarku.

Tapi kamu bersikeras. Katamu ada perasaan sreg dalam perbincangan singkat itu. Lalu bagaimana dengan aku? Entah lah, ada yang aneh. Aku tidak pernah sama sekali punya pacar sebelumnya. Teman pria pun tidak ada, apalagi sekolah SMA ku hampir semuanya dihuni wanita. Hanya ada 5 pria diantara ratusan wanita dalam satu angkatan. Ketika pertama kalinya seorang pria mengatakan ini padaku, aneh rasanya, benar- benar aneh.

Karena buru- buru mau log out dan dia mencoba bersikeras, aku pun mengiyakan.

“Ok, aku mau….”

Jawabanku terdengar kaku? Semua hal yang menjadi awalan memang seringkali begitu.

[ Baca Juga : Ibu yang Dikirim oleh Tuhan untuk Menjagaku ]

 

Sejak percakapan itu kami sering berkomunikasi lewat SMS. Harus ku akui, dia memberiku banyak fantasi karena sering membawaku dalam untuk bermimpi. Meski hanya lewat dunia maya, kami bisa banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan. Kami bicara tentang sekolah hingga teman, film, makanan dan juga bintang- bintang.

Dia sempat bilang dia mirip Legolas dari film Lord of The Ring. Juga pernah bilang dia sangat suka dengan sop jagung. Aku? Entah lah, aku sendiri lupa hal apa saja yang aku ceritakan padanya. Tapi yang pasti, aku masih ingat banyak hal yang dia bagikan kepadaku. Nyaris setiap pesan.

Kami intens saling berkirim pesan lewat SMS setiap hari selama beberapa bulan lamanya. Setiap hari kami berkirim puluhan pesan. Beberapa hanya untuk menanyakan apakah dia sudah pulang sekolah, apakah sudah makan atau apakah sudah sholat. Simpel, tapi bahkan hal itu juga cukup berkesan untuk ku.

Oke, mungkin aku terlalu banyak bermimpi. Mungkin juga karena dia berperan sebagai malaikat dan aku sang pemimpi. Dia memberikan keteduhan untuk jiwaku sampai aku pun merasa bahwa dia nyata, dia akan datang, hanya menunggu waktu yang tepat.

[ Baca Juga : Kalau Kamu Menikah Lagi, Jangan Pernah Berpikir untuk Meninggalkan Anakmu ]

 

Aku sama sekali tidak berpikir logis waktu itu. Kepolosan anak SMA yang belum pernah mengenal pria sebelumnya memang kerap seperti itu. Terlalu lugu, suka bermimpi dan tidak berpikir tentang realiti. Sesekali aku tahu diri untuk tidak bermimpi terlalu jauh tentang orang yang bahkan aku tidak kenal betul. Tapi Nando pintar membawaku terbang tinggi. Bagiku, sulit menolak mem-visualisasikan yang ia tulis dan ceritakan.

“aku pengen ngitung bintang bareng kamu, karena itu butuh waktu lamaaaaaa banget. Jadi aku punya alasan untuk bareng kamu………… lebih lama lagi”, tulisku di suatu waktu.

Pesan ini mengingatkanku untuk tetap di bumi. Hari ini atau besok, mimpi ini bisa saja berakhir. Dia memang membuatku menjadi lebih banyak tersenyum setiap hari, tapi aku tahu setiap hal yang baik memiliki akhir.

Dia tidak menyukai pesan itu. Dia bilang ingin bersamaku selamanya. Dia tidak ingin ada kata- kata menyedihkan seperti ‘lebih lama lagi’. Baginya, lebih lama lagi bisa saja hanya dalam hitungan kurang dari satu detik. Tapi dia ingin selamanya, dia ingin benar- benar bertemu diriku suatu saat nanti dan benar- benar membangun kisah kami. Itu katanya waktu itu.

Tak terasa kami hampir satu tahun menjalin hubungan maya. Aku merasa perasaan yang beberapa kali ku tolak itu terasa semakin menguat. Tapi Nando sudah beberapa hari menghilang. Ini tidak biasanya. Aku menunggu pesan darinya sembari cemas. Jangan- jangan ada hal buruk yang menimpa dirinya. Jangan- jangan ada sesuatu… Aku mengirimkan pesan, tidak ada balasan. Selama beberapa hari.

Seminggu kemudian… dia membalas.

“maaf ya aku nggak balas pesanmu..”

Pesannya sangat singkat, tidak panjang seperti biasa. Dia juga tidak menyebut namaku atau menambahkan kata ‘yank’ seperti biasanya. Aneh.
“memangnya kenapa? Kok aneh sih yank kamu….”

“aku sekarang sudah punya pacar. Anaknya cantik dan pintar. Kamu kenapa sih dulu aku tembak langsung nerima? Nggak ada ya yang mau sama kamu ya?”

Duggg…. Skenario ini sudah pernah aku bayangkan. Tapi tidak secepat ini. Tidak sekarang. Aku belum siap.
“ok, fine…”, begitu balasku. Aku tidak tahu harus berkata apa. Haruskah aku mengata- ngatainya atau justru mengucapkan selamat. Aku menangis dan ini pertama kalinya karena seorang pria.

Dia mungkin memang maya bagiku, tapi entah kenapa aku merasakannya sampai ke hati, sampai ke mimpi dan realiti. Aku selalu berpikir kami akan bertemu, pasti bertemu.

Malam harinya dia mengirim pesan padaku lagi, “yank maaf ya.. aku tahu aku udah nyakitin kamu. Maafin aku ya plisss.. .. jangan sedih”
Dengan sigap, seolah aku merasa tidak ada yang terluka aku pun menjawab dengan singkat, “nggak apa—apa kok. Kita masih bisa berteman baik…” klise, tapi hatiku hancur.

“bener ya kita masih temenan…”

Tanpa sadar, itu lah percakapan terakhir kami. Setelah itu aku membuang simcard yang kupakai dan mengganti dengan yang baru.

Aku yang beberapa bulan ini menjadi lebih bersemangat dan ceria berubah sering melamun dan sedih. Pelan- pelan aku berusaha melupakan Nando. Berhasil lupa sih tidak, bahkan setelah nyaris 10 tahun pun aku masih ingat. Tapi perasaan itu kini seakan menjadi hal yang asing bagiku. Kadang aku berpikir itu sebuah kebodohan, kelucuan atau keisengan. Sesekali aku berpikir pasti kami bertemu suatu saat nanti. Entah lah, itu hanya pikiran kecil ku.. atau bisa jadi kata hati kecilku yang ingin aku tangkis. Sudah lah.

Sesekali di Facebook aku mencoba mengetik namanya. Sesekali di Google aku melakukan hal yang sama. Mungkin karena sekarang adalah era sosial media. Perasaan yang dulu itu benar- benar sudah pergi meninggalkanku. Hanya iseng dan ingin tahu saja. Setelah sekian lama, akhirnya kemarin aku menemukan juga profil yang benar- benar pas dengannya.

Aku pun dengan iseng menggunakan salah satu akun palsu untuk bertanya apakah benar dia Nando yang ku maksud. Dan dia menjawab iya. Dia bertanya siapa aku dan dari mana asalku? Aku mengatakan namaku sesuai dengan akun palsu milikku dan aku berasal dari kota asalku. Secara instant dia menyebut nama yang dulu ku pakai chat di mIRC.

“Chrisma pok?”

I’m surprised. Ternyata dia pun masih ingat, setidaknya dia masih ingat namaku. Bagiku itu cukup, aku tidak melanjutkan chat itu. Aku pun sudah move on dengan mengenal yang lain, yang lebih nyata dan benar- benar ada.
Aku coba menelusuri berandanya dan memang sepertinya dia sudah lama menjalin hubungan dengan wanita cantik. Mungkin dia wanita itu. Salut juga hubungan mereka bahagia dan berlanjut cukup lama, jika memang itu seperti yang ku pikirkan. Wanita yang ia pacari memang  cantik, seperti Barbie. Disini aku juga semakin sadar, dia pasti bukan orang yang akan menjadi bagian dari negeri dongengku. Karena aku bukan Barbie, dan tidak mungkin untuk terlihat seperti Barbie. Dan aku juga tidak ingin menjadi seorang Barbie hanya untuk seorang pria. Aku adalah aku, pecinta belajar dan wanita pemimpi.

[ Baca Juga : Setiap Kisah Cinta Memiliki Takdirnya Sendiri ]

Sampai disini cukup. Aku tidak pernah mencari dia lagi. Rasa penasaranku juga sudah terjawab. Aku hanya selalu berharap dia memiliki kehidupan yang bahagia. Secara diam- diam dan sangat rahasia, aku akan sering- sering berbagi doa untuknya. Terimakasih Nando, aku yakin Tuhan menjagamu.

 

Komentar

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.