Cewek Ini Luka Parah Saat Mendaki, Tapi Menolak Dievakuasi oleh yang Bukan Muhrim

lain kali mendaki, bawa muhrimnya ya..

mendaki bersama,pendaki

Hobi mendaki memang tidak hanya digilai oleh kaum Adam saja. Nyatanya, nggak sedikit lho perempuan tangguh yang juga demen banget sama kegiatan penuh petualangan yang satu ini. Salah nggak sih kalau perempuan juga doyan banget mendaki gunung? Nggak ada yang salah kok, asal harus tau juga resikonya ya.

Pada akhir Agustus silam di Twitter ramai dengan ocehan akun @Sindoro_Sumbing yang menyuarakan kekesalannya terhadap seorang oknum wanita yang menolak untuk dievakuasi.

Kejadian ini bermula saat si pendaki mengalami cedera kaki yang cukup parah. Jangankan untuk melanjutkan perjalananan, untuk berdiri saja dia tidak mampu, apalagi harus menuruni Gunung Sumbing.

Baca Ini Juga Ya :   Bikin Heboh.. Dua Siswa SMP Ini Menikah di Usia 15 Tahun

Saat akan dievakuasi oleh petugas, korban kemudian menolak dengan keras untuk dievakuasi dengan alasan ‘bukan muhrim’. Tentu saja suasana menjadi sedikit panas dan dipenuhi dengan sedikit perdebatan. Yang aneh dari kejadian ini, si pendaki #wanita ini sebenarnya saat itu sedang mendaki bersama pacarnya, bukan suaminya. Nah lhooo.. sama- sama bukan muhrim, kan??

Memang banget ya, kalau sudah berkaitan dengan keyakinan tidak bisa untuk diganggu gugat. Keyakinan ini juga sudah diatur dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Sebagai warga negara, wajib hukumnya untuk saling menghormati keyakinan beragama masing- masing individu.

pendaki wanita,mendaki,evakuasi

Atas dasar ini pula, tim evakuasi tetap menunjukan rasa respek terhadap keyakinan korban, walaupun sedikit dongkol juga sih, hehehe… Untuk mengevakuasi korban, tim penyelamatan memanfaatkan hammock sebagai alat evakuasi. Mereka memakaikan jaket tebal pada si pendaki wanita saat mengangkatnya ke hammock untuk menjaga jarak agar tidak bersentuhan secara langsung antara kulit dan kulit.

Baca Ini Juga Ya :   13 tahun Menjadi ART, Perempuan 55 Tahun ini Kini Jadi Miliarder

Pelajaran apa sih yang bisa kita petik dari kejadian ini? Yang pertama tentu saja kita wajib menghormati keyakinan orang lain. Yang kedua, sebelum mendaki, tentu saja ada banyak hal yang perlu kita persiapkan, terutama soal fisik.

Saat mendaki, sebisa mungkin ajak orang yang memang sudah menjadi muhrim kita, jika memang tidak ingin dievakuasi oleh mereka yang bukan muhrim. Walau bagaimana pun, tim evakuasi hanyalah berusaha melaksanakan tugas dan kewajiban mereka demi kemanusiaan saja. Jadi, selain mereka membantu kita, yuk bantu mereka juga agar pekerjaan mereka menjadi lebih cepat dan ringan.

Komentar

komentar