Kenapa sih Google Tidak Suka Merekrut Lulusan Perguruan Tinggi Top? Ternyata Ini Alasannya….

alasannya cukup mengejutkan…

google,kantor google

Kalau di Indonesia sih, kayaknya syarat wajib banget untuk sebuah perusahaan raksasa mencari lulusan perguruan tinggi dengan reputasi terbaik. Selain mensyaratkan IPK yang berkualitas, lulusan perguruan top ini juga biasanya dianggap sebagai jaminan kualitas calon karyawan yang akan dipekerjakan.

Tapi tahu nggak sih, beda dengan kebanyakan perusahan besar di Indonesia yang selalu berforkus pada ijazah, gelar dan nama perguruan tinggi, raksasa IT Google justru tidak terlalu suka merekrut lulusan perguruan tinggi top. Bahkan dua tahun yang lalu pun Google juga pernah terang- terangan mengungkapkan bahwa lulusan dari perguruan tinggi top bukan lah pilihan utama mereka untuk dijadikan karyawan. Lhoooo…. kok gitu? Emang kenapa sih??

[ Baca Ini Juga Ya : Jika Ingin Anakmu Kelak Membumi dan Hebat, Membiarkan Dia Merantau adalah Cara Paling Tepat ]

Di luar dugaan memang ya perusahaan se-bonafit Google justru tidak terlalu memperdulikan lulusan Universitas top sebagai karyawannya. Tapi jangan salah, Google ternyata punya pertimbangan tersendiri dalam menilai pilihannya ini.
Alasan mengapa mereka tidak terlalu tertarik dengan lulusan Universitas top ini sebenarnya juga sudah mereka analisa dalam perkembangan perusahaan mereka dari tahun ke tahun. Laszlo Bock, yang saat itu menjabat sebagai HRD Google menyatakan alasan yang cukup mengejutkan mengapa mereka tidak mau merekrut orang- orang yang terlalu cerdas untuk perusahaan mereka.

lulusan,mahasiswa,lulus,sarjana
Lulusan perguruan tinggi top kerap kurang memiliki kerendahan hati untuk belajar lebih/ via Essay & Paragraph

“Graduates of top schools can lack “intellectual humility”,” begitu katanya.
atau.. lulusan dari sekolah top bisa memiliki kekurangan dalam kerendahan hati terhadap intelektualitas.

Pernyataan ini didukung oleh fakta bahwa mereka yang biasanya lulusan dari Universitas top cenderung selalu berhasil dalam segala hal, terutama dalam hal akademis, dan sangat jarang mengalami kegagalan, sehingga jarang dari mereka yang bisa menjadi tipe pemimpin dalam sebuah bisnis.

[ Baca Ini Juga Ya : 21 Gambar ilustrasi ini menggambarkan keadaan dunia saat ini, bisakah kamu mengartikannya satu per satu? ]

Bock juga menyatakan bahwa ‘tanpa kerendahan hati Anda tidak dapat belajar’, yang menurutnya, dari kebanyakan orang lulusan Universitas top adalah kumpulan orang pintar yang jarang mengalami kegagalan sehingga mereka tidak pernah belajar dari kegagalan mereka.

Selain itu, #Google lebih tertarik untuk mencari tipe orang yang memiliki kemampuan untuk menginstropeksi dan merangkul ide- ide orang lain, meskipun ide dirinya lebih baik.

Disadari atau tidak, kebanyakan orang sukses dalam berbisnis adalah justru kadang mereka yang tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tidak jarang juga orang- orang yang dinyatakan ber-IQ tinggi ternyata tidak bisa lebih sukses dari mereka yang pernah dinyatakan memiliki IQ rendah.

“Kemampuan belajar lebih penting dibandingkan IQ”, begitu kata Bock.

Bock juga menambahkan bahwa dalam setiap pekerjaan, kemampuan kognitifmemang perlu dan nomer satu, namun yang paling diperlukan adalah kognitif umum, bukan IQ. Kemampuan seseorang untuk belajar, memproses dengan cepat, bekerja sama dalam sebuah tim, serta mengumpulkan dan memproses informasi, kemauan  dan kemampuan untuk maju dan memimpin, itulah yang paling dibutuhkan saat ini.
[ Baca Ini Juga Ya : 8 Filosofil Hidup yang Bisa Kita Pelajari dari Bermain Layang- Layang ]

Berhasil dalam sebuah bidang akademis bukan lah jaminan seseorang memperoleh pekerjaan terbaik atau menjadi orang sukses. Yang utama menurut Google adalah jiwa pembelajar dari setiap masalah dan kegagalan yang menjadikan mereka sebagai pribadi yang tangguh.

 

Komentar

komentar