Kamu Setuju Nggak Sih Kalau Harga Rokok Dinaikkan Jadi Rp 50.000 per Bungkus?

daripada buat beli rokok, uangnya buat beli makanan sehat aja…

asap,rokok,merokok

Bukan rahasia lagi, rokok adalah salah satu barang yang paling mudah merusak kesehatan manusia. Meskipun kampanye anti rokok terus digalakkan, sayangnya efeknya nggak seberapa ya, guys. Bukatinya, jumlah perokok aktif selalu meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu. Parahnya lagi, rokok kini bukan cuma mengincar #pria dewasa saja, tapi juga remaja, anak- anak dan juga wanita. Duhhh… mirisnya!

Disisi lain, rokok dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar devisa Negara. Ini yang jadi salah satu alasan kenapa rokok tetap beredar luas dengan harga yang relatif sangat murah, khususnya bila dibandingkan dengan harga rokok di beberapa Negara tetangga. Nah.. hal ini nih yang dianggap sebagai penyebab tingginya perokok di Indonesia.

Coba deh bayangkan, banyak rokok di Indonesia yang harganya ada di bawah Rp 20.000. Beberapa rokok bahkan harganya lebih murah daripada harga beras 1 kg, harga telor 1kg atau harga buah- buahan. Nggak sedikit orang yang bisa ngrokok lebih dari satu bungkus sehari tapi nggak bisa memberi makanan yang sehat untuk keluarganya. Nggak jarang juga orang rela ngumpulin recehan 500-an biar bisa merokok. Intinya susah banget deh hidup mereka tanpa rokok. Bener nggak sih??

rokok,perokok
Fakta yang lebih menyedihkan lagi, rokok ini sering dijual secara eceran dengan harga yang kelewat lebih murah lagi. Harganya bisa Rp 1000/ batang rokok atau lebih murah. Barang yang merusak kesehatan ini juga kerap dijual di kios- kios kecil atau bahkan warung alat tulis. Sasarannya siapa? Anak sekolah. Sudah bukan pemandangan asing lagi kan kita melihat pelajar merokok??

[ Baca Ini Juga Ya : Gilaa, Akun Pokemon Go Diperjualbelikan hingga Jutaan Rupiah, Kamu Mau? ]

Kalau Harga Rokok Dinaikkan Menjadi Dua Kali Lipat, Menurutmu Gimana?

Hasbullah Thabrany, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia berpendapat bahwa harga rokok seharusnya dinaikkan saja menjadi dua kali lipat.

“Dengan menaikkan harga rokok, dapat menurunkan prevalensi perokok, terutama pada masyarakat yang tidak mampu,” tutur Hasbullah dalam acara 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta, seperti dilansir dari Kompas.

Hasbullah dan rekan- rekannya pun sebelumnya pernah melakukan beberapa study terkait rokok. Hasilnya, sejumlah perokok akan berhenti merokok jika harga rokok dinaikkan hingga dua kali lipat atau lebih. Study ini sendiri dilakukan dalam kurun waktu Desember 2015 sampai dengan Januari 2016 terhadap 1000 orang melalui telepon.

“Sebanyak 72 persen bilang akan berhenti merokok kalau harga rokok di atas Rp 50.000,” lanjut Hasbullah.

Selain itu, study ini juga memaparkan fakta bahwa 76% perokok sebenarnya setuju jika harga rokok dan cukai dinaikkan. Ini menunjukkan bukti bahwa sebenarnya kesadaran untuk berhenti merokok itu ada, tapi efek kecanduan yang mereka rasakan membuat mereka merasa sulit untuk berhenti merokok.

Di Indonesia sendiri harga rokok memang dikenal paling murah dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya di Singapura, harga sebungkus rokok bisa sampai Rp 120.000. Padahal di Indonesia, harga rokok bisa kurang dari sepersepuluhnya.
Jumlah perokok yang sangat tinggi ini sendiri dianggap sebagai salah satu masalah yang dapat meningkatkan beban  ekonomi masyarakat karena timbulnya berbagai penyakit yang dibawanya dari waktu ke waktu.

“Kalau rokok dinaikkan dua kali lipat jadi Rp 50.000, paling tidak ada tambahan dana 70 triliun untuk bidang kesehatan,” begitu lanjut Hasbullah.

Selain itu, keuntungan lain dari meningkatkan harga rokok dan cukai adalah bisa meningkatkan pendapatan Negara. Nah pendapatan ini bisa banget kan ya disalurkan ke sektor kesehatan atau sektor lain yang berhak menerima tambahan anggaran.

Hasbullah Thabrany berpendapat bahwa untuk menaikkan harga dan cukai rokok ini dibutuhkan keberanian dari seorang Presiden Joko Widodo. Pihaknya pun dalam waktu dekat berencana dengan Menteri Keuangan yang Baru, Ibu Sri Mulyani, untuk membahas masalah ini.

[ Baca Ini Juga : Benarkah Memanjangkan Jenggot Justru Menyehatkan? ]

Kalau menurut pendapatmu sendiri, setuju nggak sih guys kalau harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50.000 atau lebih? Menurut Pak Hasbullah sendiri strategi ini bisa cukup efektif untuk menurunkan jumlah perokok di negeri ini. Dengan tidak ‘membakar’ uang untuk rokok, maka uangnya bisa ditabung atau digunakan untuk membeli #makanan sehari- hari yang sehat untuk keluarga. Keluarga sehat, pintar dan jadi lebih bahagia tanpa rokok.

Komentar

komentar