IPK 3.98, Anak Buruh Bangunan Menjadi Lulusan Terbaik Instiper Yogyakarta

Impian nggak meredup hanya karena keterbatasan ekonomi

Ari Putra Susanto, Lulusan Terbaik Instiper

Nama Ari Putra Susanto mendadak viral di media sosial. Hal ini terjadi lantaran sepak terjangnya yang mengundang decak kagum netizen. Mahasiswa Instiper Yogyakarta ini menuai pujian usai meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi dan menjadi lulusan terbaik pada wisuda sarjana periode ke-71 Instiper Yogyakarta, Sabtu (28/04/2018).

Keinginan Mengubah Nasib

Bagi Ari, keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk mengurungkan cita- citanya. Sebagai seorang putra dari buruh bangunan, ia menyadari bahwa keuangan keluarganya pas- pasan. Meski begitu, ia punya cita- cita tinggi untuk mengubah nasib dan mengangkat harkat martabat orangtuanya.

[ Baca Ini Juga Ya : 8 Pelajaran Hidup Sederhana dari Orang- Orang Super Kaya Dunia ]

Bak gayung bersambut, harapan Ari seolah mendapat jawaban saat tim perwakilan RAPP datang ke sekolahnya, SMA Methodist I Palembang untuk melakukan sosialisasi beasiswa. Ia pun mendaftarkan diri dalam seleksi beasiswa tersebut.

“Bisa dibilang nggak sengaja, RAPP saat itu datang ke sekolah. Saya daftar aja dan diterima di jurusan kehutanan. Sebenarnya saya bercita-cita jadi psikolog, tetapi saya mikir apapun jurusannya akan saya jalani saja. Ini kan gratis, kalau tidak diambil sayang sekali. Ayah saya hanya buruh bangunan, dan ibu seorang IRT tidak bekerja,” cerita Ari.

Kabar baik menghampiri, Ari pun lulus menjadi penerima beasiswa RAPP. Meski begitu, tidak mudah baginya untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia akan baik- baik saja di perantauan nanti.

[ Baca Ini Juga Ya : Diremehkan dan Dianggap Tak Punya Potensi oleh Guru Sendiri, Prestasi Bocah Autis Ini Bikin Takjub ]

“Ayah sempat berat melepas saya. Namun, saya terus meyakinkan beliau. Saya bilang ini kesempatan bagus yah, kuliah dibayar dan di kasih kerja setelah lulus. Ayah akhirnya setuju dan waktu itu ayah sampai menangis pas saya pergi ke Jogja,” kenangnya.

 

Kerja Keras Tidak Menghianati Hasil

Di awal masa kuliah, Ari mengaku kerap mengalami kesulitan belajar lantaran jurusan kehutanan belum sesuai dengan passionnya. Hal ini tidak membuat niatnya surut. Ia membayar kesulitan yang ia alami selama di semester 1-2 dengan rasa cinta dan semangat belajar yang lebih membara.

“Saya ikut program ini, semester 1-2 masih kesusahan lah karena bukan bidang saya. Namun, setelah semester 3-4 mulai mencintai kehutanan,” ujarnya.

Ketekunannya pun menuai hasil. Ari menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3.98 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Mahasiswa yang merupakan putra dari Abu Bakar, seorang buruh bangunan, adalah anak ke 6 dari 7 bersaudara. Ia menjalani studi di Instiper sebagai penerima beasiswa dari Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

[ Baca Ini Juga Ya : Salut! Anak Satpam di Sleman ini Berhasil Raih Gelar Doktor di UGM ]

“Saya tidak menyangka hasilnya akan seperti ini, alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih kepada RAPP. Kalau ada kata yang lebih dari terimakasih, mungkin itu yang akan saya ucap. Bagaimana tidak, semua biaya hidup di sini baik kuliah, makan dan tempat tinggal semua dibayar. Saya hanya tinggal bawa badan dan belajar,” ungkapnya haru.

Sebagai ungkapan terimakasihnya, ia pun berjanji siap untuk memberi kontribusi terbaik dan mengabdi pada perusahaan yang memberinya kesempatan untuk meraih Pendidikan tertinggi.
“Saya akan memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan RAPP. Setelah saya bekerja dengan RAPP nanti, saya juga mau jadi tulang punggung bagi keluarga,” pungkasnya.

 

Komentar

komentar