Benarkah Memanjangkan Jenggot Justru Menyehatkan?

jenggot bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri baik yang bisa menjadi antibiotik

jenggot,islam,sunnah,pria

Jenggot memang sering menjadi topik pembicaraan yang menarik. Ada yang menganggap jenggot sebagai sesuatu yang terlalu radikal, padahal nyatanya jenggot adalah bagian dari sunnah dalam agama Islam. Selain itu, banyak juga yang kontra menyebutkan jenggot itu jorok dan bisa menjadi sarang kuman. Hmmm…. benarkah demikian?

Daripada berspekulasi sendiri, ada baiknya untuk kita melihatnya dari segi kesehatan yang sebenarnya. Dua tahun yang lalu, atau pada tahun 2014, sekelompok peneliti menemukan fakta baru yang membuat semua orang kaget. Hasil dari penelitian tersebut adalah petugas kesehatan yang tanpa jenggot panjang ternyata lebih mungkin ditempati oleh bakteri Staphylococcus aureus dan juga beberapa jenis bakteri kebal antibiotik metisilin/ penisilin. Meskipun secara umum bisa tidak berbeda jauh, tapi koloni bakteri tertentu ini ditemukan lebih sedikit di pria yang berjenggot lebat daripada yang tidak sama sekali.

Selanjutnya, di bulan Mei 2015 juga sempat dilakukan pengambilan sampel oleh peneliti dari New Mexico. Penelitian kecil ini mengungkapkan bahwa jenggot pria menjadi memang menjadi tempat hidup bermacam jenis bakteri, termasuk yang biasanya ditemukan di kotoran pada umumnya. Namun, tidak semua bakteri yang ada di jenggot ini bersifat tidak baik dan merugikan.

[ Baca Juga : Lama Tak Muncul, Sakti Ex Sheila On 7 Semakin Religius ]

“(Beberapa sampel ditemukan) jenis bakteri dengan yang biasanya ditemukan pada kotoran”, ujar John Golobic, salah seorang ahli mikrobiologis yang ikut andil dalam penelitian tersebut.

Menurut para ahli, karena tidak terjaga kebersihannya ini lah, misalnya memegang jenggot dengan tangan kotor sisa makanan, yang menjadikan sumber perkembangbiakan bagi bakteri. Namun, sang ahli juga menyatakan bahwa tidak semua bakteri yang ditemukan dari sampel jenggot ini merupakan bakteri yang merugikan bagi kesehatan.

Sebaliknya, program eksperimen dari BBC bertajuk ‘Trust Me, I’m a Doctor’ mencoba untuk menggali lebih dalam lagi tentang bakteri jenggot dan justru ia berhasil berbagai fakta menarik bahwa bakteri baik itu ternyata bisa menjadi sumber antibiotik.

Sebuah study lain yang melibatkan University College London, terungkap setidaknya ada 100 jenis bakteri yang bisa ditemukan di sampel jenggot, persis seperti yang diungkapkan oleh Dr. Adam Roberts.

Bakteri- bakteri tersebut kemudian diletakkan di beberapa cawan petri dan menunjukkan bahwa para bakteri ini saling bersaing dimanapun, termasuk di jenggot manusia. Beberapa jenis bakteri di cawan tersebut memiliki kekuatan yang lebih baik dari pesaingnya, dan mempu memproduksi antibiotik untuk mengalahkan si pesaing.

Menurut Dr Adam, bakteri- bakteri ini justru dapat menguntungkan manusia karena bisa membunuh populasi bakteri jenis patogen, dan bahkan juga bisa membuat seseorang yang berjenggot terlihat lebih kebal dari bakteri patogen ini. Bakteri pathogen ini sendiri adalah sekelompok bakteri parasit yang dikenal dapat menularkan berbagai penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Selain itu, bakteri pembunuh ini juga bisa dikembangkan lebih lanjut oleh manusia untuk menjadi antibiotik yang lebih kuat lagi dalam menangkal patogen.

Menurut Dr Adam, bakteri pembunuh yang dianalisa ini teridentifikasi bernama Staphylococcus epidermidis. Bakteri ini telah dites untuk melawan bakter lainnya seperti E Coli yang terkenal cukup kebal terhadap obat, dan ternyata mereka terlihat mampu untuk melawan.

Dalam Agama Islam, Jenggot adalah Sunah

Jika kamu beragama Islam, tentu sudah tidak asing lagi ya dengan jenggot. Bahkan dalam #agama terbesar di dunia ini memanjangkan jenggot adalah sunah hukumnya dan merupakan salah satu identitas spiritual. Dari  Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rosulullah bersabda:
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

Dalam hadits lain Rosulullah juga bersabda:
“Tampillah kalian berbeda dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis. Dan ketika Ibn Umar melaksanakan haji atau umrah, beliau memegang jenggotnya, dan ia pun memotong bagian yang melebihi genggamannya.” (Shahih al-Bukhari, 5442).

[ Baca Juga : Nikah Murah, Mudah dan Berkah dengan Biaya Dibawah 6 Juta ]

Bagaimana menurut kalian? Masih ragu memanjangkan jenggot? Tidak ada salahnya kan untuk mencoba?

*Detikcom/BBC/Independent

Komentar

komentar