Olah Limbah Kayu jadi Boneka, Mahasiswa Ini Raup Rp 10 Juta per Bulan

Dari hobi dan kreatifitas diolah menjadi pundi- pundi uang

faiz,bokumi,boneka,pengolah limbah kayu

Asalkan tekun dan konsisten, siapa pun bisa menyulap hobi dan kreatifitas menjadi pundi- pundi uang yang bermanfaat. Sudah banyak kita dengar kisah tentang pengusaha sukses yang mengawali bisnisnya dari hobi semata. Salah satunya adalah kisah Faiz yang satu ini. Mau dengar ceritanya?

Dari hasil mengolah limbah kayu menjadi boneka, Faiz mampu meraup untuk jutaan rupiah per bulan. Bisnis boneka kayunya ini tercetus sejak tahun 2008. Saat itu ia mulai dilanda kebosanan dengan aktifitas menggambar di kertas. Ia pun iseng- iseng mencoba membuat boneka kayu.

“Tahun 2008, saya merasa bosan menggambar di kertas. Iseng-iseng mau ngubah budaya, bikin tantangan baru. Jadi gambar ada medianya (kayu),” ujarnya seperti dilansir dari Merdeka.

faiz,boneka,bokumi
Faiz dan boneka bokumi olahannya

[ Baca Ini Juga Ya : Gara- gara Naik Gaji, Karyawan di AS ini Patungan Beli Mobil Mewah untuk Bosnya ]

Untuk memulai usaha, pria berusia 21 tahun ini merogoh kocek kurang lebih Rp 15 juta untuk membeli mesindan limbah kayu yang menjadi bahan utama pembuatan boneka. Sejak saat itu, ia dan ayahnya memulai usaha boneka kayu “Bokumi” pada tahun 2012.

Untuk membuat bonek Bokumi, ia menggunakan limbah kayu palet yang digunakan untuk alas pengiriman barang elektronik, seperti kulkas dan televisi. Daripada dibuang percuma, ia pun menyulapnya menjadi boneka.

Siapa sangka, ternyata respon pasar cukup bagus terhadap boneka ini. Pesanan pun mulai berdatangan dan usaha terus berkembang. Orangtuanya yang awalnya memegang kendali terhadap bisnis ini lalu mempercayakan  sepenuhnya bisnis itu kepada Faiz sejak tahun 2015.

[ Baca Ini Juga Ya : Siap- siap Dibuat Takjub Nyonya Bill Gates, Kaya Raya tapi Super Sederhana ]

Keuntungan bersih yang diperoleh ternyata cukup lumayan. Laba bersih yang ia raih pun selama ini berbeda- beda setiap bulan karena ia juga masih sibuk dengan kuliahnya.

“Karena sambil kuliah, biasanya (untungnya) Rp5 juta-Rp8 juta. Kalau bonus, bisa dapat Rp10 juta ke atas,” kata dia.

Tidak Menyerah Meski Bisnis  Hampir Bangkrut

Karena sibuk dengan kuliahnya, bisnis Boneka Bokumi Faiz ternyata nyaris tutup pada tahun 2014. Di sisi lain, orang tuanya yang sempat membantu bisnis ini pun juga sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Alhasil, usaha ini sempat terlantar.

“Tapi, tahun 2015 saya sudah fokus lagi promosiin Bokumi,” begitu katanya.

boneka bokumi
Beberapa contoh boneka bokumi hasil dari limbah kayu Faiz

Menurutnya, kendala utama yang kerap ia hadapi adalah pemasaran. Bisa dibilang Bokumi ini adalah produk baru dan namanya kurang familiar di telinga masyarakat sehingga cukup sulit untuk memasarkannya.

Meski begitu, mahasiswa di salah satu kampus swasta di Jakarta ini tidak putus asa dan berusaha untuk mengembangkan usaha ini. Ia ingin produk bonekanya ini mempunyai nilai lebih dari sekedar pajangan. Ia juga mempunyai mimpi untuk membawa produknya ini hingga ke luar negeri.

[ Baca Ini Juga Ya : Tak Pernah Sekolah Formal, Izzan Lulus SBMPTN ITB di Usia 14 Tahun ]

“Sudah ada rencana untuk ekspor. Soalnya di luar pasti apresiasinya bakal besar banget, apalagi ini memanfaatkan limbah kayu,” begitu ungkapnya.

Semoga saja kisah Faiz ini cukup menginspirasi kita untuk memanfaatkan hobi dan kreatifitas kita menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Biar bagaimanapun, bisnis paling enak adalah yang dimulai dari hobi dan passion kita. Setuju?

Komentar

komentar