Hal yang Menjadikan Orang Denmark Manusia Paling Bahagia : Hidup Tanpa Mobil dan Banyak Cuti

Orang Denmark menyukai gaya hidup sederhana dan punya ekspektasi yang rendah

Denmark,bahagia

Selain Panama dan Kosta Rika, Denmark pernah dinobatkan sebagai negara dengan penduduk paling bahagia di seluruh dunia. Bukan hanya sekali, tapi dalam beberapa kali, penduduk Denmark mendapatkan predikat yang sama.

Jika kamu skeptis, bisa saja kamu berpikir, “ Ya iya mereka bahagia, kan mereka kaya- kaya”. Hmmm… kenyataannya, Denmark sebenarnya tidak sekaya negara tetangganya, Norwegia atau negara kaya seperti Qatar. Denmark bahkan juga tidak bisa menyamai pendapatan per kapita orang Singapura.

Lalu, apa sih yang membuat negara kecil dengan penduduk kurang lebih 5,5 juga ini menjadi negara dengan penduduk paling bahagia di seluruh dunia? Ini jawabannya….

#1 Warga Denmark sudah mendapatkan kebahagiaan jauh sejak mereka belum dilahirkan. Denmark adalah negara yang sangat pemurah dalam urusan memberikan cuti pekerjaan.

Di Indonesia, kebijakan cuti untuk wanita menjelang dan sesudah melahirnya adalah 3 bulan. Tidak sedikit juga perusahaan yang memberikan waktu cuti kurang dari 3 bulan. Hal ini berbanding terbalik dengan wanita di Denmark yang bisa menikmati total cuti sebanyak 52 minggu atau sama dengan setahun dan tetap mendapatkan gaji 100%.

Dengan cuti 52 minggu ini, Ibu bisa mengambil cuti melahirkan selama 18 minggu untuk membuat mereka merasa nyaman menjelang dan sesudah persalinan. Kebijakan ini pula yang ditengarai menjadi penyebab angka kematian bayi yang cukup rendah di Denmark karena bayi mendapatkan perhatian penuh dan menikmati masa perolehan ASI eksklusif mereka dengan lebih panjang.

Bisa dibilang, sebelum dilahirkan, bayi di Denmark sudah diberi kesempatan untuk menjalani hidup dengan nyaman. Bukan hanya ibu saja, sang ayah pun juga berhak mendapatkan cuti khusus selama 2 minggu dengan gaji tetap dibayar penuh oleh perusahaan.

Baca Ini Juga Ya :   Duhhh…. Deretan jajanan anak SD ini terindikasi bahan berbahaya

Sedangkan sisa cuti 32 minggu sisanya, bisa diambil orang tua kapan saja ketika membutuhkan. Jadi sah- sah saja untuk menikmati waktu cuti bersama sang buah hati.

denmark,bahagia
Dengan cuti yang panjang, anak- anak di Denmark bisa menikmati lebih banyak waktu berkualitas bersama orang tuanya/ via Visit Denmark

#2 Sejak usia dini, warga Denmark sudah bisa mencicipi pendidikan murah dan berkualitas

Kebahagiaan yang diraskan warga Denmark bukan hanya sebatas jumlah cuti yang sangat panjang juga, tapi juga berlanjut saat anak membutuhkan pengasuh atau pendidikan di usia dini.

Pendidikan sejak usia dini dianggap sangat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan anak hingga dewasa. Setiap anak di Denmark, mulai usia 1 hingga 5 tahun berhak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan murah, mulai dari pengasuh, penitipan anak, pra sekolah, dan juga hingga TK. Untuk itu, orang tua di Denmark cukup membayar 25% saja dari biaya penitipan dan pendidikan anaknya. Sisanya akan disubsidi oleh pemerintah.

Bukan itu saja, biaya sebesar 25% tersebut juga masih didiskon lagi jika kakak beradik bersekolah di tempat yang sama. Orang tua tunggal atau atau yang berpenghasilan pas- pasan juga berpeluang untuk membayar pendidikan anak usia dininya secara cuma- cuma.

Denmark juga ditunjang dengan budaya jam kerja fleksibel yang memungkinkan orang tua untuk pulang 1-2 jam lebih awal dari kantor sehingga mereka bisa menjemput anak mereka pulang.

#3 Penduduk Denmark taat membayar pajak tapi mendapatkan fasilitas kesehatan yang mumpuni

Tiak ada istilah orang miskin tidak boleh sakit seperti di Indonesia. Di Denmark, mendapatkan perawatan medis yang memadai adalah hak dasar warga negara. Mereka memang membayar pajak perorangan dengan rate yang tinggi ( bisa mencapai 60,2% ), namun bukan mereka ini bukanlah masalah besar karena mendapatkan peyanaan yang terbaik.

Baca Ini Juga Ya :   Nggak Perlu Sedih Liburan Sendiri, Ternyata Banyak Manfaatnya Buat Kamu

Penduduk Denmark dikenal sangat peduli dengan kesehatan. Sebagai buktinya, rata- rata penduduk Denmark mengunjungi dokter langganan mereka sebanyak tujuh kali dalam setahun. Dan mereka kerap mendapatkan semacam penasehat saat tengah berurusan dengan penyakit atau urusan medis yang rumit. Karena selalu didampingin penasehat, maka orang Denmark selalu memahami kesehatannya dari waktu ke waktu.

#4 Langit di Denmark memang gelap dan cuacanya kerap dingin, namun itu tidak membuat warga Denmark galau dan murung

Denmark adalah salah satu negara dimana matahari bersinar kurang dari enam jam dalam sehari dengan suhu super dingin, serta langit yang kerap gelap. Meski cuacanya seperti kurang bahagia, hal ini tidak lantas membuat mood penduduk Denmark menjadi sedih dan gelap juga.

Untuk melawan cuaca yang kurang bersahabat ini, warga Denmark justru melawannya dengan budaya local yang bernama Hyage. Hyage ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh orang Denmark untuk mengabaikan cuaca dingin dan langit gelap yang menghantui negara Denmark di musim dingin.

Hyage bisa berbentuk apa saja, entah itu benda atau sebuah kegiatan yang menimbulkan rasa nyaman, tenang dan bahagia sehingga perasaan murung akibat cuaca yang buruk dapat teratasi.

hyage,denmark,bahagia
Salah satu kegiatan ‘Hyage’ yang warga Denmark lakukan untuk membuat mereka merasa nyaman dan hangat/ via Marie Claire

#5 Salah satu kunci kebahagiaan adalah menjalani hidup sederhana dan minim ekspektasi

Orang Denmark menyukai gaya hidup sederhana dan meyakininya sebagai kunci menuju kebahagiaan. Mereka bukanlah tipe orang yang kelelahan mencari uang, lalu kecewa karena apa yang didapatkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, mereka juga tidak muluk- muluk dalam membelanjakan uangnya, serta tidak muluk- muluk dalam berekspektasi.

Baca Ini Juga Ya :   Ngakak Abis! Ini Dia 10 Editan KTP Artis Dunia Kalau Jadi Orang Indonesia

Orang Denmark mengakui bahwa mereka selalu cenderung low expectation dalam menjalani hidup sehingga mereka sering mendapatkan lebih dari apa yang mereka harapkan. Dengan ekspektasi yang rendah ini, mereka sangat jarang merasa kecewa.

#6 Orang Denmark membuktikan kalau mereka nggak harus punya mobil untuk bahagia

Ada kurang lebih 44% keluarga di Denmark yagn tidak memiliki mobil sama sekali. Untuk bepergian, mereka akan naik angkutan umum dan sepeda. Di Denmark, 9 dari 10 orang mempunyai sepeda di rumahnya sehingga setengah juta sepeda terjual setiap tahunnya.

Di Denmark, sepeda digunakan oleh 50% atau separuh warganya untuk bepergian ke kantor, kampus dan sekolah. Bersepeda adalah kegiatan favorit karena menyehatkan dan membawa keuntungan untuk kota mereka.

denmark, sepeda
Sepeda adalah alat transportasi favorit di Denmark/ via antwerpenize.be

#7 Orang- orang Denmark sangat ringan berbagi. Ini karena mereka sadar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri

Selain dikenal sebagai penduduk taat pajak, warga Denmark juga sangat ringan tangan dan bertanggungjawab.  Seperti saling bahu membahu membantu urusan pajak yang pendapatannya kurang dari USD 55 ribu/ tahun sehingga tidak mampu membayar pajak sebesar 60%.

Para pembayar pajak di Denmark menyadari bahwa uang pajak yang mereka bayarkan akan digunakan untuk pemerataan pelayanaan masyarakat, sehingga semua warga, baik kaya ataupun miskin, dapat berobat gratis dan mendapatkan pendidikan terbaik. Kombinasi tingkat kepedulian yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan keseimbangan hidup ini lah yang akhirnya menghasilkan sifat kesetiakawanan sosial yang tinggi dan tingkat kepuasan hidup yang baik.

Komentar

komentar