Pak Guru Untung Tetap Mengajar Meski Tak Punya Lengan

Meski cacat, Pak Untung tetap semangat mengajar

pak guru,pak untung,semangat,mengajar

Apapapun kekurangan dan keterbatasan yang Anda miliki saat ini, berhentilah mengeluh. Dalam sejarah, tidak pernah ada ceritanya orang sukses atau menemukan jalan keluar dengan mengeluh. Sebaliknya, jika Anda mengatasi kekurangan tersebut dengan memaksimalkan potensi diri Anda, jalan ceritanya bisa lain. Anda akan membuka jalan baru yang dapat mengantar Anda meraih kesuksesan. Percaya? Harus percaya. Memang tidak ada yang mudah, tapi dengan berusaha jalan Anda pasti akan lebih terbuka.

Kurang lebih seperti ini lah yang ingin disampaikan Pak Untung. Seorang #guru aktif yang tetap semangat mengajar meski dengan keterbatasan fisik. Bagi beberapa orang, keterbatasan fisik adalah aib. Bagi beberapa orang yang lain juga, keterbatasan fisik dapat dijadikan sebagai jalan licik untuk mendapatkan belas kasihan orang lain. Tapi bagi Pak Untung, hal ini tidak berlaku. Ia memiliki etos kerja yang luar biasa. Dan seringkali etos kerjanya ini lebih kuat daripada mereka yang memiliki fisik normal.

Pak Untung Tidak Pernah Merasa Keterbatasan Fisik ini Bisa Melemahkannya

Fakta bahwa Pak Untung tidak memiliki lengan adalah sebuah fakta yang bisa membuat kita semua merasa trenyuh. Meski demikian, bagi Pak Untung, cacat fisik ini tidak pernah menjadikannya sebagai sosok yang merasa lemah atau rendah diri. Ia adalah pribadi optimis yang selalu rajin bekerja, dan bahkan tetap melakukan aktifitas- aktifitas seperti orang normal lainnya. Beliau berprofesi sebagai seorang guru honorer aktif yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Miftahul Ulum Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dalam menjalankan profesinya, dia melakukannya dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan.

Meskipun secara fisik tidak normal, beliau tetap menjadi seorang guru profesional. Hal ini dibuktikannya dengan memanfaatkan kemampuan kakinya untuk menggantikan tangannya selama mengajar. Ia tidak mau kalah dengan orang- orang yang normal. Selama bekerja, jari- jari kaki Pak Untung akan dengan lincah mengoperasikan tombol laptop. Bahkan ia tidak canggung sama sekali untuk memanfaatkan perangkatt laptop untuk mendukung pekerjaannya sebagai seorang guru. Selain itu, Pak Untuk juga mampu menuliskan lafal ayat- ayat Al Qur’an di papan tulis untuk murid- muridnya.

Gaji yang Sangat Kecil Tidak Menyurutkan Semangat Pak Untung

Bukan rahasia lagi, gaji guru honorer memang lah tidak besar. Sebagai seorang guru honorer di Madrasah, penghasilan Pak Untung tidak lebih dari 500 ribu setiap bulannya. Gaji yang tidak seberapa ini tentu saja tidak bisa untuk diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari- hari. Untuk menyambung hidupnya, Pak Untung akan bekerja apa saja demi mendapatkan uang tambahan yang halal. Biasanya ia meluangkan waktu untuk mengajar ngaji di Musholla dekat ruma setiap pulang sekolah.

Pada suatu waktu, ada seseorang yang bertanya pada Untung mengenai cukup tidaknya gaji yang dia peroleh untuk mencukupi keluarganya. Jawaban Pak Untung sangat mengharukan. Belia berujar bahwa ia sudah mengikhlaskan dirinya untuk dunia pendidikan. Baginya, bekerja sebagai guru di MI adalah pengabdian yang akan menjadi ladang amal yang kelak akan beliau ambil di akhirat.

Apa Saja yang Bisa Kita Pelajari dari Pak Untung?

Kisah Pak Untung ini sangat inspiratif. Ada banyak hikmah dan pelajaran berharga yang dapat kita petik dari cerita perjuangan Bapak guru yang satu ini. Yang pertama adalah perjuangan tidak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya bada kehidupan, terutama dalam keadaan fisik yang tidak sempurna. Perjuangan beliau dalam membiasakan melakukan sesuatu dengan kakinya karena tidak ada lengan adalah sebuah perjuangan yang mengharukan. Dengan keterbatasan itu, beliau memiliki keinginan keras untuk lebih maju dan berkembang, tidak menyerah begitu saja atau mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

Pelajaran kedua, beliau tidak pernah merisaukan materi. Meskipun gaji yang ia terima dari menjadi guru di Madrasah tidak lah seberapa, beliau menjalaninya dengan penuh semangat dan keikhlasan. Baginya, materi bisa dicari. Selain itu, beliau justru mengutamakan ibadah. Salah satunya dengan menganggap pekerjaannya ini adalah salah satu tabungan akhiratnya.

Apa Saja yang Bisa Kita Pelajari dari Pak Untung?

Kisah Pak Untung ini sangat inspiratif. Ada banyak hikmahdan pelajaran berharga yang dapat kita petik dari cerita perjuangan Bapak guru yang satu ini. Yang pertama adalah perjuangan tidak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya bada kehidupan, terutama dalam keadaan fisik yang tidak sempurna. Perjuangan beliau dalam membiasakan melakukan sesuatu dengan kakinya karena tidak ada lengan adalah sebuah perjuangan yang mengharukan. Dengan keterbatasan itu, beliau memiliki keinginan keras untuk lebih maju dan berkembang, tidak menyerah begitu saja atau mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

Pelajaran kedua, beliau tidak pernah merisaukan materi. Meskipun gaji yang ia terima dari menjadi guru di Madrasah tidak lah seberapa, beliau menjalaninya dengan penuh semangat dan keikhlasan. Baginya, materi bisa dicari. Selain itu, beliau justru mengutamakan ibadah. Salah satunya dengan menganggap pekerjaannya ini adalah salah satu tabungan akhiratnya.

Berikutnya yang bisa kita contoh tentu adalah bagaimana sikap kewirausahaanya yang gigih dan tak kenal menyerah. Dibuktikan dengan meski sudah menjadi seorang guru, namun Beliau tidak hanya mengandalkan gaji dari mengajar untuk hidup. Beliau tetap berwirausaha dengan memelihara beberapa hewan ternak di rumahnya.

Pelajaran ketiga, adalah siapapun dapat berwirausaha. Selain mencari tambahan dengan kerap mengajar mengaji, Pak Untung juga berwirausaha dengan memelihara beberapa hewan ternak di rumahnya. Meskipun hasilnya tidak terlalu besar juga, baginya wirausaha ini sangat membantunya untuk menopang kehidupan sehari- hari. Jika Pak Untung dengan segala keterbatasan fisik dan finansial saja bisa berwirausaha, kenapa kita hanya menghabiskan gaji kita untuk bersenang- senang saja? Setiap kali ada peluang berwirausaha, kita kerap menolak dengan alasan tidak ada modal. Benarkah demikian?

Kisah lengkapnya, mari saksikan dalam tayangan Kick Andy berikut ini:

Komentar

komentar