Miris, Penduduk Disini Terbiasa Pakai Air Kencing Sapi untuk Mandi

mereka juga minum susu sapi langsung dari sapi itu sendiri

suku terpencil,budaya,afrika,sapi

Bersyukurlah saat hidupmu berada di suku budaya yang sudah maju dan berkecukupan. Kamu tidak perlu banyak khawatir tentang kebersihan tubuh karena air hampir selalu mengalir dengan lancar dan bersih. Sayangnya, tidak semua suku di dunia ini mendapatakan keberuntungan yang sama.

Masyarakat di perkampungan Suku Mundari, Sudan Selatan, misalnya. Banyak pemuda disini yang memulai rutinitas sehari- harinya dengan membersihkan diri di kandang sapi. Dengan santai, mereka akan membiarkan sapi- sapi mereka untuk mengencingi kepala mereka.

[Baca Ini Juga Ya : Heboh! Ini Dia 5 Kasus Mengenaskan Manusia Dimangsa Hewan Ganas Hidup- Hidup  ]
Aneh?? Tidak, karena memang seperti ini lah aktifitas yang lumrah di Suku Mundari ini. Untuk suku penduduk ini, menyiram tubuh dan kepala dengan urin sapi adalah cara mereka membersihkan tubuh mereka. Menurut mereka,cara ini juga efektif untuk mencegah infeksi kulit dan membiarkan rambut mereka rusak.

Bukan itu saja, penduduk suku ini juga sudah terbiasa untuk menghisap susu segar langsung dari put*ng sapi. Penduduk juga mengolesi tubuh mereka dengan abu berwarna cokelat muda. Abu ini sendiri dibuat dari sisa pembakaran kotoran sapi yang konon bekerja sebagai antiseptik yang melindungi kulit mereka dari gigitan nyamuk.

Memang, Sapi di kehidupan suku kecil Mundari ini memiliki nilai yang sangat berharga. Di suku ini, sapi adalah  penunjuk status sosial seseorang sekaligus simbol kekayaan dan juga sebagai mahar. Saking berharganya seekor sapi ini, penduduk rela melindungi sapi mereka dengan nyawa mereka. Bahkan mereka juga mempersiapkan senapan untuk siapapun yang berani mencuri sapi mereka.

[ Baca Ini Juga Ya : Di Indonesia Digaji Rendah, 10 Pekerjaan Ini Malah Dibayar Mahal di Luar Negeri ]

Di suku Mundari ini,setiap tahunnya terdapat kasus sekitar 350.000 sapi dan lembu yang dicuri. Dan juga ada lebih dari 2.500 orang meninggal akibat berebut ternak sapi. Karena berbagai konflik ini, penduduk suku Mundari sering hidup berpindah- pindah dan menggiring ternak mereka kemanapun mereka pergi.

Potret kehidupan penduduk Mundari ini direkam oleh seorang fotografer Tariq Zaidi yang kemudian dipublikasikan di DailyMail.
“Hewan ini diperlakukan seperti anggota keluarga. Bagi mereka, sapi sudah seperti anjing yang begitu disayang,” ujar Tariq saat hasil capture nya ini dipublikasikan pada Mei silam.

[ Baca Ini Juga Ya : Nikmatnya Bekerja Bukan Cuma Soal Gaji, Ini Lho #9 Kebahagian yang Bisa Kamu Dapatkan ]
“Sapi akan tidur bersama anggota keluarga, menaburi abu pencegah gigitan nyamuk di tubuh sapi, sampai memastikan sapi-sapi itu mendapat tanah yang lembut dan bersih untuk beristirahat,” tambah Tariq.

Tariq sendiri telah menghabiskan waktu 10 tahun terakhir untuk memotret suku- suku di lebih dari 30 negara Afrika.

*Feature Image Credit : Tariq Zaidi/ DailyMail

Komentar

komentar