Ini Lho Penulis Cerita Lucu Mukidi yang Sering Bikin Kamu Ngakak Guling- Guling

Pak Soetantyo sudah menulis cerita Mukidi sejak tahun 2012

Soetantyo Moechlas,Mukidi,penulis cerita lucu

Ngomongin soal cerita lucu Mukidi yang saat ini sedang hits di kalangan netizen rasanya nggak lengkap kalau belum ngulik tentang kisah penulisnya. Harus diakui ya, kisah lucu Mukidi memang benar- benar menyegarkan karena ditulis secara kreatif dan orisinil oleh si penulis. Blognya mungkin emang sederhana, tapi penyebarannya yang viral via Faceboook dan jaringan broadcast WhatsApp hingga Blackberry Messenger benar- benar luar biasa. Awalnya memang gimana sih??

Kisah Mukidi yang menyangkut istri dan teman- temannya seperti Markonah dan Wakijan diulis oleh sebuah blog sederhana di https://ceritamukidi.wordpress.com. Penulis kisah lucu ini sendiri adalah Soetantyo atau yang juga dikenal dengan nama Pak Yoyo atau Pak Tantyo, seorang pria yang sudah berusia 62 tahun. Beliau sendiri adalah seorang pensiunan sebuah perusahaan farmasi di Jakarta, Boehringer Ingelheim.

Soetantyo Moechla,mukidi,penulis cerita mukidi
Ilustrasi Gambar: Jawa Pos

Dikutip dari Solo Pos, Pak Yoyo menceritakan bahwa petulangan Mukidi ini mencakup cerita tentang keluarga Mukidi dan juga sahabat- sahabatnya. Sosok Mukidi ini sendiri merupakan pria Cilacap yang punya karakter simple dan mudah akrab dengan siapa saja. Di dalam cerita lucu itu, Mukidi diceritakan memiliki istri bernama Markonah, dengan dua anak bernama Mukirin dan Mukiran, serta seorang sahabat bernama Wakijan.

Baca Ini Juga Ya :   Botol Equil Disangka Miras, Netizen Dibully Habis- Habisan di Medsos

“Saya sengaja mengambil nama-nama Banyumasan…kebetulan saya berasal dari Purwokerto. Makanya ada nama Marto Kapiran, Karto Mlogo dan lain-lain. Mukidi ini sebenarnya nama yang pernah ngehits di tahun 1980-an karena pernah digunakan di salah satu film Warkop,” ujar pria kelahiran 7 Februari 1954 ini.

Pak Yoyo yang kini tinggal di Jatibening, Bekasi, mulai gemar menulis cerita Mukidi di awal tahun 2000-an. Saat itu beliau masih berprofesi sebagai trainer di perusahaan farmasi. Hampir di setiap pagi, Pak Yoyo akan mengirimkan cerita- cerita lucunya di acara radio Idakrisna Show di Delta FM Jakarta. Cerita ini adalah murni kreasinya sendiri.

“Cerita lucunya itu memang ada yang asal ngarang, namun ada pula yang berasal dari luar,” tutur Pak Yoyo.

Baca Ini Juga Ya :   Demi Hibur Ibu yang Sakit, Pria Ini Rela Berpakaian Wanita Selama 20 Tahun

Dalam profesinya sebagai trainer, Pak Yoyo tidak jarang menyelipkan cerita- cerita lucu saat sedang mengisi pelatihan.
“Saya kan trainer jadi sering banget untuk mencairkan suasana saya menyelipkan cerita Mukidi. Di perusahaan tempat saya bekerja itu juga kan ada buletin, cerita-cerita lucu Mukidi juga sering diterbitkan di buletin kantor saya.”

Memasuki era media sosial, kegemarannya menulis kisah lucu Mukidi ia lanjutkan. Postingan pertama ia unggah di blognya pada Agustus 2012. Bukan itu saja, setiap pagi Facebook Pak Yoyo juga memposting tentang petualangan Mukidi. Kisah ini lama kelamaan mulai disukai pembaca dan akhirnya menyebar luas melalui Facebook dan broadcast WhatsApp dan BBM.

Baca Ini Juga Ya :   Kedai Mie Ayam Asal Surabaya ini Punya Konsep Paling Gila! Bikin Gagal Fokus Makan Ditemani Jandi Cantik dan Seksi

“Dari situ kemudian kisah Mukidi menyebar. Saya sendiri tidak menyangka kok bisa menjadi viral begini. Kebetulan saya kan bersahabat dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, kalau pagi cerita Mukidi belum nongol, biasanya saya langsung dihubungi ‘Mana nih Mukidinya’ hehehe,” ujarnya sambil tertawa.

Meskipun baru ngehits belakangan ini, sebenarnya sudah ratusan cerita tentang Mukidi yang bersliweran di sosial media. Bukan eksis dengan kisah Mukidi saja, ternyata Pak Yoyo juga sudah menelurkan karya lain, diantaranya sebuah buku berjudul 30 Tahun Jadi Tukang Obat dan Laskar Pelawak. Baginya, usia bukanlah halangan untuk terus berkarya. Ia pun memberi wejangan agar kita semua sebaiknya mensyukuri setiap babak kehidupan kita.

 

“Syukuri apa yang ada pada dirimu. Jangan terlalu serius karena orang lainpun demikian,” begitu kata Pak Yoyo sebagai penutup.

Komentar

komentar