Pria yang Telat Berkeluarga Cenderung Punya Anak Laki- laki Jenius

Tapi bukan berarti perlu menunda punya momongan demi punya anak jenius ya…

pria,anak laki- laki, jenius,berkeluarga,orang tua

Siapapun tentu ingin berkeluarga di waktu yang tepat. Namun, tak bisa dipungkiri, kita tak bisa menebak kapan jodoh kita akan datang. Bersyukurlah jika jodoh kita disegerakan. Akan tetapi, jangan bersedih hati jika jodoh kita sedikit lambat bertemu sehingga kita jadi dilabeli ‘telat berkeluarga’.

Sebuah penelitian di London mengungkapkan bahwa pria yang menunda memiliki anak nantinya cenderung mendapatkan anak laki- laki yang jenius. Bahkan seorang ilmuwan turut mengatakan bahwa kecenderungan menunda momongan dapat diartikan kita sedang menuju ‘masyarakat jenius’ yang mampu memecahkan berbagai masalah di dunia.

Untuk pria yang terlambat menikah atau terlambat memiliki anak, ini merupakan kabar yang baik yang jarang terdengar. Karena beberapa penelitian berulang yang sebelumnya ditemukan justru menunjukkan bahwa sperma yang dihasilkan pria- pria tua lebih rentan terhadap kesalahan genetic dan anak- anaknya cenderung terkena autism dan skizofrenia atau gangguan mental kronis.

Baca Ini Juga Ya :   Wahhh.. 10 Makanan Ini Masih Bisa Dimakan Meski Tanggal Best-Before nya sudah Lewat

Para ilmuwan kemudian melihat hasil test dari 15.000 anak kembar yang mengambil bagian dalam sebuah penelitian besar yang melacak perkembangan mereka. Tim ini lalu menciptakan Geek Index dengan menyusun ciri- ciri ‘anak jenius’ pada pasangan kembar, saat mereka menginjak usia 12 tahun, dengan melihat :
– IQ non-verbal.
– Kemampuan untuk fokus pada suatu subjek.
– Perilaku sosial.

Secara mengejutkan, anak- anak ini memiliki tingkat kejeniusan tinggi, dan memiliki prestasi unggul di sekolah, terutama di bidang ilmu pengetahuan, matematika, teknik dan teknologi.

Penjelasan yang relevan dari hasil temuan ini adalah para ayah jenius membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat berkeluarga dan meneruskan sifat jenius mereka kepada anak- anaknya.

Saat seorang pria menginjak usia matang, ia sudah memiliki rencana matang terkait hidupnya. Hal ini termasuk memiliki karir yang mapan dan penghasilan yang cukup besar untuk menyekolahkan anak- anak dan menularkan pengalaman terbaik untuk keluarganya yang mendorong sifat- sifat jenius.

Baca Ini Juga Ya :   Nggak Perlu Suntik Ini Itu, 7 Makanan Pembentuk Kolagen ini Akan Membuat Kulitmu Sehat dan Kencang

Sifat jenius pada anak ini bisa jadi bukan hanya untuk anak laki- laki sajam tapi juga kepada anak perempuan karena Geek Index tidak menemukan perbedaan gender dari hasil temuannya ini.

Meski demikian, para pria sebaiknya tidak menunda berkeluarga hanya karena temuan ini saja. Seperti dilansir dari BBC News, Dr Magdalena Janecka, dari King’s College London, mengatakan, “Usia ayah seharusnya tidak menjadi fokus utama ketika kita memikirkan risiko, para keluarga seharusnya tidak mengambil keputusan mereka untuk berkeluarga berdasarkan temuan ini.”

Prof Allan Pacey, dari University of Sheffield, mengatakan, “Meskipun mungkin keren menjadi seseorang yang jenius, tapi saya tidak akan merekomendasikan para calon orang tua menunda rencana mereka untuk memulai sebuah keluarga, khususnya meningkatkan kemungkinan memiliki anak berkualitas jenius.

Baca Ini Juga Ya :   Tanpa Kamu Sadari, 7 Hal Sepele yang Kamu Lakukan Ini Membuat Orang Tua Sakit Hati

“Namun, saya menemukan gagasan tentang ‘gen jenius’ yang cukup menarik, dan, mengingat kecenderungan terbaru untuk menunda momongan, mungkin kita ditakdirkan untuk menjadi masyarakat jenius di masa depan yang akan membantu kita menyelesaikan berbagai masalah di dunia,” begitu lanjutnya.

Tim peneliti juga menyimpulkan bahwa beberapa ciri genetik yang diwarikan dari ayah yang sudah berumur bisa mempengaruhi tingkat kejeniusan dan autism seorang anak. Kemungkinan anak untuk berhasil di sekolah besar, namun tetap ada resiko lain.

“Dengan ‘dosis’ gen yang lebih tinggi, dan bila ada faktor risiko lain yang berkontribusi, mereka mungkin berakhir dengan predisposisi autisme yang lebih tinggi.”

 

Komentar

komentar