Wanita ini Dijuluki sebagai Gadis Semen. Kisah Hidupnya Ternyata Sangat Menyedihkan

Menjadi tulang punggung keluarga tanpa mengorbankan masa depan

Kisah hidup wanita yang dijuluki gadis semen

Wanita adalah sosok yang manja? Seringkali itulah image yang orang tanamkan pada wanita. Kenyatannya, wanita itu bisa berubah menjadi sosok yang kuat dalam banyak hal. Ia bisa menjadi ibu rumah tangga yang hebat untuk suami dan anak- anaknya. Ia juga bisa menjadi tulang punggung untuk keluarganya.

Nggak jarang, perempuan juga sering mengerjakan pekerjaan berat, seperti menjadi tukang bangunan yang sering identik sebagai pekerjaan untuk para pria. Apakah mustahil jika perempuan juga bekerja sebagai tukang bangunan? Kenyataannya tidak.

Dunia tukang bangunan, khususnya sebagai pengangkat sak semen sudah menjadi makanan sehari- hari dari wanita yang kisahnya viral di media sosial ini. Beberapa foto yang beredar memperlihatkan seorang wanita yang mengangkat sak semen di punggungnya ini menarik perhatian masyarakat dunia.

Baca Ini Juga Ya :   Ayah dan Kakak Perokok, Seorang Bayi Kehilangan Nyawa Karena Hirup Asapnya

Karena pekerjaannya mengangkat sak semen, maka tak heran di beberapa foto ini tubuh perempuan berambut panjang ini dipenuhi dengan semen. Dilansir dari Good Times, perempuan asal Tiongkok ini harus bekerja keras lantaran orangtuanya sudah tua dan tak bisa lagi mencari nafkah. Ia pun memutuskan untuk bertukar peran dengan orangtuanya. Ia aan pergi mencari uang untuk makan dan sekolah, sementara ayah dan ibunya beristirahat di rumah.

Sang ibu baru melahirkan dirinya saat berusia 40 tahun. Saat ia beranjak dewasa, sang ibu sudah sangat tua sehingga tak bisa lagi membantu mencari rezeki. Alhasil, ia pun harus bekerja sebagai pengangkat sak semen untuk membantu keuangan keluarga.

Baca Ini Juga Ya :   Ini Dia Nunuk Nuraini, Insinyur Teknologi Dibalik Cita Rasa Khas Indomie

Meskipun menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja di pabrik semen, ia tetap berusaha untuk kuliah. Membanggakan, ya? Jeli memanfaatkan waktu luangnya, ia akan bekerja dengan di saat kuliahnya sedang libur.

Saat ia lelah, gadis asal Tiongkok ini hanya menangis seorang diri. Ia tak ingin ayah dan ibunya melihat kesedihannya karena apa yang ia lakukan semata- mata hanyalah untuk keluarga dan masa depannya. Baginya, keluarga adalah yang utama.

Kisah gadis ini kemudian viral dan menarik perhatian banyak orang. Banyak netizen yang mengapresiasi ketulusannya dalam membantu keluarganya dan juga bekerja demi masa depannya. Ia bisa saja memilih untuk melakukan hal jahat, namun ia lebih memilih untuk bekerja keras, bagaimana pun caranya.

Komentar

komentar