Type to search

Trending

Baru Berusia 24 Tahun, Rendra Berhasil Raih Gelar Doktor Termuda di ITS

Rendra meraih gelar termuda di usia 24 tahun

Usia bukanlah tolak ukur untuk pencapaian seseorang. Tidak jarang kita menemui anak muda namun berhasil mencetak prestasi yang luar biasa. Prestasi yang idealnya diraih di jenjang usia yang lebih matang. Jika bisa mencapainya di usia lebih muda, bukankah itu luar biasa?

Sama seperti Rendra yang namanya belakangan ini ramai diperbincangkan oleh netizen Indonesia. Bagaimana tidak, di usia yang baru mencapai 24 tahun 4 bulan, Rendra Panca Anugraha dari Teknik Kimia ITS menjadi salah satu wisudawan yang merupakan doctor termuda di gelaran wisuda ke 119 ITS, pada 16-17 Maret lalu.

Lulus doctor di usia yang sangat muda ini membuat Rendra menyamai Grandprix Thomryes Marth Kadja yang juga menyabet gelar doctor termuda di Indonesia di usia 24 tahun di Institut Teknologi Bandung pada 2018 silam. Dengan begitu, Rendra kini bisa disebut sebagai doctor termuda di Indonesia saat ini.

Baca Ini Juga Ya :   Nggak Bisa Titip Absen Lagi, Universitas China Pakai AI untuk Cek Kehadiran

Berawal dari PMDSU

Perjalanan Rendra ini diawali dari usulan dosen pembimbingnya di masa studi sarjana (S1) untuk mengikuti program beasiswa bernama Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Program ini digulirkan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2015 dengan tujuan menantang para sarjana unggulan untuk melanjutkan studi mereka hingga ke tingkat doctoral dalam kurun waktu empat tahun.

Siapa sangka, Rendra berhasil menjawab tantangan tersebut. Pemuda kelahiran Bondowoso, 25 November 1994 ini lulus program doctoral hanya kurun waktu 3,5 tahun saja dengan IPK 3.95. Selama kurun waktu itu pula Rendra berhasil melakukan publikasi penelitian di tiga jurnal ilmiah internasional bereputasi, serta dua seminar internasional.

Tidak Kehilangan Masa Muda

Meski tekun dengan studinya, rupanya tak membuat Rendra merasa kehilangan masa mudanya. Justru dengan ilmu yang dimilikinya, ia merasa mempunyai masa muda yang bermanfaat dan luar biasa.

Baca Ini Juga Ya :   Gara- gara Main HP Sambil Tiduran, Gadis Ini Mengalami Hal Paling Mengerikan Dalam Hidupnya

“Cara saya menikmati masa muda adalah dengan menemukan solusi atas masalah yang ada di masyarakat dengan ilmu dan kemampuan yang saya miliki,” tutur doktor yang juga dipercaya sebagai supervisor researcher di Laboratorium Termodinamika ITS ini.

Di masa mudanya, Rendra ingin bermanfaat untuk orang lain

Di masa mudanya, Rendra ingin bermanfaat untuk orang lain

Rendra mengaku terinspirasi tokoh Paman Ben dimana ia sempat mengatakan kepada Peter Parker dalam sebuah percakapan legendaris berbunyi, “With great power, comes great responsibility.” Dengan kekuatan yang besar, lahir lah tanggung jawab yang besar pula.

Ia pun merasa harus melakukan ‘hal besar’ dan bermanfaat dengan ilmu yang ia miliki. Dengan bekal yang dimilikinya, ia ingin memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk berkontribusi menjalankan perannya.

Baca Ini Juga Ya :   Kisah Bocah 10 Tahun asal Lamongan, Rela Putus Sekolah Demi Rawat Ibunda yang Lumpuh

Tantangan dan Hambatan

Dalam pengakuannya, Rendra mengungkap bahwa program PMDSU yang dijalaninya sempat terhambat lantaran ada beberapa persoalan terkait program penelitiannya. Salah satunya adalah sulitnya menyediakan bahwan eksperimen. Bahan tidak jarang, Rendra sampai harus mencari bahan eksperimen yang dibutuhkannya hingga keluar negeri, sehingga perlu mengurus surat ekspor impor barang.

Rendra dan keluarga besarnya

Rendra bersama keluarga besar usia pagelaran wisuda di ITS

Kesulitan demi kesulitan tak membuat Rendra menyerah, Ia teguh pada komitmennya untuk menjalani studi doktoralnya sebaik mungkin. Bungsu dari 5 bersaudara ini merasakan besarnya tanggung jawab untuk menyelesaikan amanah yang telah dipercayakan Negara padanya dalam program PMDSU ini.

Semangat dan kerja keras ini lah yang akhirnya mengantar Rendra menjadi salah satu wisudawan terbaik dan doctor termuda di Indonesia. Meski begitu, ini bukanlah akhir. Ini adalah awal dari perjalanan Rendra untuk tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Komentar

komentar

Tags: