Type to search

Sehat dan Cantik

Catat! 10 Bahan Skincare yang Sebaiknya Kamu Hindari Demi Kesehatanmu

Pentingnya memilih skincare dan kosmetik yang aman untuk kesehatan

Saat membeli skincare, terutama untuk merek- merek yang tidak begitu familiar di pasaran, apa saja yang kamu pertimabngkan? Apakah kamu teliti membaca bahan dan kandungan dalam produk skincare yang akan kamu beli? Atau sebaliknya, kamu tidak peduli dengan kandungan skincare dan hanya modal percaya pada testimoni?

Sad but true, kamu tidak bisa hanya mengandalkan testimoni semata saat memilih skin care. Apa kamu yakin 100% testimoni ini bisa menjadi jaminan untuk hasil yang baik dan kesehatan kulitmu? Bagaimana jika tidak?

Atau lebih buruk lagi, bayangkan jika testimoni itu rekaan semata? Yang testimoni real saja belum tentu sesuai untuk kulitmu, bagaimana jika testimoni abal- abal? Horror yaaa kann?

Maka dari itu, penting sekali untuk mengenali bahan- bahan yang ada dalam skin care. Dengan mengenali bahan- bahan itu, kamu bisa terhindar dari skin care yang mempunyai kandungan zat berbahaya.

Bahan Skincare dan Kosmetik Berbahaya

Menurut penelitian, tidak sedikit skin care yang mengandung bahan yang bisa menyebabkan masalah kesehatan. Memang tidak semua menimbulkan efek yang ekstrim, namun lebih baik melakukan pencegahan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan?

1. Paraben

Paraben memang masih menjadi pro kontra diantara dua kubu, yaitu mereka yang setuju dan tidak. Paraben sendiri sering ditemukan di berbagai produk kecantikan, seperti skincare, krim anti-aging, make up, dan lain sebagainya.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), beberapa penelitian menunjukkan bukti keterkaitan paraben dan kanker kulit, kanker payudara, gangguan reproduksi, dan sistem endokrin, seperti dikutip dari majalah Hello Glow.

Pentingnya berhati- hati dalam memilih skincare

Produk paraben ini sendiri mempunyai sejumlah turunan, diantaranya adalah ethylparaben, butylparaben, antaranya propylparaben dan methylparaben. Baik paraben maupun produk turunannya ini mempunyai sejumlah efek negatif untuk kesehatan, seperti menjadi pemicu kanker payudara dan penurunan jumlah sperma pada laki- laki. Efek negatif lainnya adalah menimbulkan reaksi alergi, ruam pada kulit, dan dermatitis.

Baca Ini Juga Ya :   Tanda- Tanda Kulit Cepat Menua yang Wajib Kamu Perhatikan

 

2. Sodium lauryl sulfate

Bahan yang satu ini kerap ditemukan di bahan- bahan yang kita pakai setiap hari, seperti sabun mandi, obat kumur,pasta gigi, alas bedak, hingga sabun muka. Dilansir dari Hello Glow, bahan ini diketahui bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan keseimbangan minyak alami kulit, sariawan dan penyakit mata. Bahan ini juga menjadi pemicu munculnya jerawat di sekitar mulut dan dagu, sehingga tidak disarankan untuk kamu yang punya masalah dengan jerawat, inflamasi kulit, dan rosacea.

Selain itu, sodium lauryl sulfate juga bisa menyebabkan kulit kering, mengelupas, sensitif, dan kulit terasa terlalu kencang seperti efek tertarik. Efek ini ditengarai sebagai hasil dari minyak alami wajah yang mulai menghilang. Disarankan untuk tidak memakai sabun cuci muka dengan kandungan busa di dalamnya.

 

3. BHA

BHA sering ditemukan di toner, exfoliants (pengelupasan sel kulit mati), lipstick, moisturizer, dan parfum. Padahal, BHA disebut mempunyai beberapa efek negatif. Beberapa diantaranya adalah menyebabkan depigmentasi kulit, dan bersifat karsinogen, seperti diungkap di laman Hello Glow.

Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa BHA bsia menyebabkan kerusakan hati, kanker lambung, mempengaruhi kadar hormon tiroid, sertia mengganggu sistem reproduksi. Sedangkan laman David Suzuki Foudnation mengungkap bahwa BHA bisa memicu reaksi kulit, mengganggu fungsi ginjal, hormon, paru- paru dan pembekuan darah.

 

4. Triclosan dan Triclocarbon

Meski cukup populer digunakan untuk bahan pasta gigi, sabun anti-bakteri, dan deodorant, triclosan dan triclocarbon kerap dikaitkan dengan gangguan hormonal, gangguan fungsi otot, resistensi bakter, gangguan fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatnya reaksi alergi.

Baca Ini Juga Ya :   Wajib Tahu! 5 Tanda Kamu Perlu Mengonsumsi Lebih Banyak Lemak

Bahan ini sendiri bersifat anti bakteri. Namun, penelitian dari Washington University menunjukkan bahwa bahan kimia ini bisa membuat bakteri lebih kuat dan dapat bertahan lebih lama, terang laman Genetic Engineering dan Biotechnology News.

Tidak jarang, triclosan ini dibuat dalam konsentrasi tinggi agar bisa membunuh bakter dengan optimal. Padahal, ini justru bisa membuat bakteri jahat lebih kebal dan sulit mati.

 

5. Polyethylene

Polyethylene sering ditemukan dalam scrub, pencuci wajah, pasta gigi, dan make up. Butiran seperti plastic kecil pada scrub wajah tidak jarang menggunakan bahan ini.

Polyethylene tidak boleh digunakan pada kulit yang rusak karena bisa memperburuk iritasi kulit. Efek samping lain yang bisa terjadi adalah mempengaruhi sistem kekebalan, sistem pernafasan, sistem otot, dan sistem kerangka. Polyethylene juga bisa menyebaban radang sendi, radang tenggorokan, asma, dan berpotensi karsinogen.

 

6. Retinyl palmitate, retinyl acetate, asam retinoat dan retinol

Kalau bahan yang satu ini sering kamu temukan di produk bibir, tabir surya, produk anti-aging, dan pelembab. Sayangnya, bahan ini bersifat karsinogenik saat berada di bawah sinar matahari,

Sebuah studi yang dilakukan pada tikus percobaan menunjukkan bahwa zat ini bisa mempercepat perkembangan kanker kulit. Meski begitu, saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa ini dapat meningkatkan resiko kanker pada kulit manusia.

Lebih dari penting memilih bahan yang aman untuk kosmetik
7. Petroleum distillates

Petroleum distillates sering digunakan sebagai bahan pembuatan mascara. Padahal, bahan yang satu ini bisa menimbulkan efek buruk untuk kesehatan. Bahkan, bahan ini juga dapat menyebabkan dermatitis kontak dan memicu kanker, dilansir dari laman Hello Glow.

Studi lain mengungkap bahwa bahan ini juga bisa merusak jalan nafas, menyebabkan kerusakan paru- paru, dan masalah jantung. Bahan ini juga sering ditemukan di bahan bakar mobil dan minyak. Nggak heran, saat kamu menghirupnya, kamu bisa saja mual dan muntah.

Baca Ini Juga Ya :   Jangan Tunggu Sampai Parah, Kenali 5 Tanda Stress di Kulit Wajah Ini

 

8. Parfum

Parfum lumrah dipakai untuk menyempurnakan penampilan kita. Namun, berbeda dengan parfum yang ada dalam skincare dan kosmetik.

Untuk kosmetik dan skin care, kita disarankan menggunakan produk fragrance free agar terhindar dari efek negatif parfum.

Dilansir dari laman Root & Revel, efek negatif parfum pada skincare dan kosmetik bisa menyebabkan gangguan pernafasan, gejala alergi, merusak sistem reproduksi, dan bahkan meningkatkan resiko kanker.

Selain itu, ada juga bahan- bahan dalam parfum yang perlu diwaspadai, seperti phthalate yang mengganggu produksi androgen, gangguan metabolism, resistensi insulit, dan mempengaruhi keseimbangan hormon pada perempuan.

 

9. Oxybenzone

Saat kamu jalan- jalan ke pantai, pakai sunscreen tentu menjadi hal yang wajib kamu lakukan. Namun, teliti lah lebih dulu apakah sunscreen mu mengandung bahan Oxybenzone atau tidak. Oxybenzone ini sendiri dianggap sebagai bahan kimia beresiko tinggi yang kerap ditemukan di tabir surya.

Dilansir dari CNN, studi menunjukkan bahwa Oxybenzone dapat mengganggu sistem hormon dan menyebabkan kanker kulit. Namun, studi lain yang dilakukan The American Academy of Dermatology meng-klaim bahwa bahan ini cukup aman karena telah digunakan sejak tahun 1978.

 

10. Hydroquinone

Yang terakhir tentu cukup familiar, bukan? FDA sendiri sering memperingatkan produsen skin care agar tidak menggunakan bahan ini karena disinyalir bisa meningkatkan resiko kanker. Hydroquino sendiri sudah dilaran di beberapa negara, termasuk Jepang, Australia, dan beberapa negara di Eropa.

 

Memilih skincare dan kosmetik bukan asal harga cocok di kantong. Meski kulit beberapa orang dapat menahan efeknya, namun sebaiknya hal ini dihindari untuk investasi kesehatan kulit dan tubuhmu dalam jangka panjang.

Komentar

komentar

Tags: