Type to search

Self-Improvement

Hati- hati! Gampang Marah adalah Salah Satu Gejala Depresi

Mudah marah adalah tanda- tanda depresi

Depresi sering diawali dengan rasa sedih dan tertekan berkepanjangan. Gejala ini biasanya juga diiringi dengan pergolakan emosi yang sering terjadi dan sulit dikendalikan. Yang sering tidak kita sadari, gejala awal depresi bisa dilihat dari kebiasaan kita sehari- hari.

Misalnya bagaimana cara kita merespon saat kita terjebak dalam kemacetan yang parah atau saat ada teman yang menghilangkan benda favorit kita. Respon yang menunjukkan bahwa kita mudah marah adalah salah satu tanda yang patut diwaspadai.

 

Marah, Tanda Kondisi Mental Seseorang

Marah ini sebenarnya hal yang lumrah. Marah adalah bagian dari emosi yang sehat. Namun, dalam beberapa kasus, jika kemarahan terjadi secara terus menerus dan berlebihan, hal ini bisa menjadi peringatan yang lebih serius.

Baca Ini Juga Ya :   Menjaga Badan Tetap Bugar untuk Kamu yang Kurang Tidur

Sebuah penelitian di tahun 2014 mengungkap bahwa amarah adalah tanda dari kondisi mental seseorang. Mereka yang sulit mengontrol amarah mereka berpotensi besar mengalami depresi. Para ahli ini pun mendeskripsikan penyakit mental sebagai bentuk kemarahan terhadap diri sendiri atau kemarahan ke dalam.

Kemarahan tidak selalu terlihat seperti depresi, padahal memang demikian,” kata Marianna Strongin, seorang psikolog klinis.

Marah yang menjadi gejala depresi bukanlah marah biasa, melainkan marah yang sulit dikendalikan.

“Orang tersebut atau keluarganya biasanya sadar dia tidak bisa mengendalikan marahnya dan datang ke psikolog untuk mengatasinya. Tapi setelah digali lebih dalam sebenarnya kemarahan itu sebagai gejala depresi,” kata Strongin.

Orang depresi sendiri sering dikenali dari gejala merasa sedih dan kosong, dan sebagian mempunyai gejala gampang marah. Kemarahan sendiri sebenarnya lebih mudah disadari sebagai sesuatu yang slaah dibandingkan dengan emosi kesedihan.

Baca Ini Juga Ya :   Bisa Terlihat Dari Sekarang, Ini Dia 7 Tanda Kelak Kamu Jadi Orang Sukses

“Kesedihan lebih berat untuk dirasakan. Sedih adalah tahapnya dan marah adalah aksinya. Jadi, terkadang orang mengalihkan untuk tidak merasa sedih, tetapi sebaliknya, amarahlah yang terpancing,” tambahnya.

“Terkadang muncul keinginan untuk menarik diri dari orang lain. Marah adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk menjauhkan dari orang lain” kata Sherry.

Contoh Kasus

Salah satu contoh kasus adalah Bess Meade, seorang pekerja seni yang didiagnosa mengalami depresi sejak usia 19 tahun. Gejala awalnya adalah ia mudah marah. Ia sering membentak rekan kerjanya selama rapat dan memecahkan jendela rumah mantan pacarnya.

Pelampiasan emosi Bess ini dilatarbelakangi anjuran ibunya yang menyarankan ia melakukan sesuatu sebagai pelampiasan saat sedang marah.

Baca Ini Juga Ya :   Kecanduan Main Gadget, Balita Menderita Penyakit Mata Serius Hingga Harus Diterapi 3 Jam Tiap Hari

Temukan Bantuan

Marah adalah salah satu bentuk emosi yang alami dari manusia. Namun, saat tidak dikelola dengan baik dan dibiarkan sering meledak- ledak, marah ini dapat berubah menjadi emosi yang lebih buruk. Akibatnya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain.

Saat kamu atau orang lain di sekitarmu mengalami fase marah yang tidak biasa dan sering terjadi, coba arahkan dia untuk mendapatkan bantuan. Cobalah tips untuk menenangkan pikiran atau membuat dia merasa lebih tenang dengan mencari akar penyebabnya.

Jika bantuan ringan dirasa belum maksimal, ajak dia untuk menghubungi pihak yang tepat untuk dimintai bantuan professional, seperti psikolog atau psikiater.

 

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like