Type to search

Piknik Trending

Peraturan Baru Gunung Rinjani : Pisahkan Lelaki-Perempuan, Tutup Hari Jumat

Peraturan Baru Gunung Rinjani : Pisahkan Lelaki-Perempuan, Tutup Hari Jumat

Baru -baru ini ada pengelola Gunung Rinjani berencana menetapkan peraturan yang mengundang pro dan kontra. Selain ingin memisahkan pendaki laki- laki dan perempuan, pengelola juga berencana untuk tutup di hari Jumat.

Menurut Sudiyono, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), penutupan di hari Jumat ini sendiri akna dilakukan essuai usulan masyarakat dan hanya di jalur Sembalun.

“Kami memang belum pernah diajak diskusi oleh pemda. Tapi ada usulan yang mengarah ke situ, antara lain di Sembalun minta kalau hari Jumat itu pendakian ke Gunung Rinjani ditutup,” kata Sudiyono.

“Kita nggak memasalahkan hal itu. Kita anggap itu hal yang baik dan bentuk kepedulian terhadap Gunung Rinjani,” imbuhnya.

Baca Ini Juga Ya :   Gemes Banget! Deretan Foto ‘Ngenes’ Saat Pangeran Harry Jadi ‘Obat Nyamuk’ Pangeran William dan Kate Middleton

Saat dikonfirmasi bagaimana Gunung Rinjani melakukan penutupan pendakian di hari Jumat, pengelola menjelaskan kalau hal ini bisa terlaksana dengan sistem e-ticketing yang sudah berjalan.

“Lalu kita menggunakan tiket online, jadi cukup membuat nol di hari Jumat. Seolah-seolah penuh atau tidak menjual tiket di hari tersebut jadi kan pendaki itu nggak bisa naik,” jelas Sudiyono.

Dari sisi pariwisata, pemisahan jalur pendaki dan tutup hari Jumat ini sendiri memang tidak jauh dari konsep wisata halal yang dianut Pemda NTB. Konsep ini digaungkan pemerintah karena ingin memasarkan potensi wisatanya agar berbeda dengan Bali.

 

Konsep Memisahkan Pendaki Laki- laki dan Perempuan

Dengan konsep peraturan yang lebih Syariah, pendaki laki- laki dan permepuan juga akan dipisah. Bagaimana caranya?

Baca Ini Juga Ya :   Suka Naik Gunung?? Kamu Harus Coba 5 Gunung Terindah di Indonesia Ini

“Kan area kemping itu bisa saja di tengah-tengah itu ada jalan masuk, kemudian yang sebelah kiri itu laki-laki dan kanan perempuan, yang tengah itu buat petugas atau (porter) apa gitu,” urai Sudiyono.

Ide pemisahan pendaki laki- laki dan perempuan ini merupakan inisiatif dari BTNGR sendiri. Hal ini merupakan implementasi wisata halal yang ada di Lombok, yaitu menghindari pendaki yang berpasangan untuk tidur bersama atau melanggar norma agama.

“Itu ide hasil diskusi kami di TNGR. Bagaimana kita menyambut wisata halal, tandanya seperti apa kita belum mendapat informasi yang fix. Kita ingin terus mneggali halal sesuai ajaran agama. Antara lain kl malam laki-laki dan perempuan itu terpisah kalau belum ada kaitan langsung secara agama,” begitu pungkasnya.

Baca Ini Juga Ya :   Nge-hits Banget.. Trend Selfie Diantara Bunga Tulip & Miniatur Wisata Dunia di Baturraden

 

Komentar

komentar

Tags: