Type to search

Kesehatan Story

Kecanduan Main Gadget, Balita Menderita Penyakit Mata Serius Hingga Harus Diterapi 3 Jam Tiap Hari

Balita kecanduan main gadget/ smartphone

Smartphone memang menjadi sebuah benda yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari- hari. Dengan  gadget yang satu ini, komunikasi dengan kerabat dan teman menjadi lebih mudah. Aktifitas sehari- hari pun menjadi lebih mudah dan menyenangkan karena banyaknya aplikasi pendukung yang membantu kita.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang belum bijaksana dalam menggunakan smartphone ini. Salah satunya adalah dengan menjadikan smartphone sebagai ‘baby sister’ untuk anak. Dengan memberikan smartphone pada anak, seolah- olah ini menjadi mainan yang menyenangkan dan menenangkan untuk anak sehingga anak tidak rewel dan asyik bermain dengan gadget itu sendiri.

Padahal, ada saat dimana anak belum cukup umur untuk berlama- lama dengan gadget, seperti di usia balita. Membiarkan balita berlama- lama dengan smartphone tentunya bisa memberi efek negatif untuk balita itu sendiri.

Baca Ini Juga Ya :   Gara- gara Main HP Sambil Tiduran, Gadis Ini Mengalami Hal Paling Mengerikan Dalam Hidupnya

Persis seperti pengalaman orangtua yang kisah buah hatinya mendadak viral di media sosial ini. Putrinya yang baru berusia 4 tahun harus mengalami nasib tragis akibat terlalu sering bermain dengan smartphone orang tuanya. Kisah yang dibagikan oleh akun Facebook Josua ini pun menyampaikan pelajaran hidup untuk para orangtua agar lebih bijak lagi dalam memberikan mainan untuk anak- anak.

Ia menuturkan bahwa putri kecilnya itu memang kerap menonton tayangan di YouTube dalam durasi yang cukup lama. Akibatnya, buah hati tercintanya pun kini mengalami sindrom mata juling. Untungnya, penyakit mata sang anak belum terlalu parah.

Namun akibat sindrom penyakit mata ini, putrinya harus menjalani terapi setiap hari selama 3 jam agar matanya bisa pulih kembali.

“Hati-hati para orang tua yang punya baby umur di bawah 4 tahun jangan biasakan anak anda lihat youtube.

Anak saya kena syndrome juling tapi belum parah.

Diterapi 3 jam tiap hari tutup mata satu.

Save your baby from handphone,” tulis keterangan dalam akun Facebook Josua.

 

Baca Ini Juga Ya :   Miris! Sibuk Pacaran, Wanita ini Tinggalkan Dua Balitanya Terkunci di Apartemen selama 9 Hari

Ia juga menyatakan bahwa efek negatif smartphone pada anak memang bisa berbeda- beda.
“Tiap anak pasti beda efeknya. Ada yang kena mata juling, ada yg pusing-pusing, ada mata berair, sampai keluar kotoran mata terus menerus. Jadi coba konsultasi ke dokter mata,” lanjut keterangan dalam akun tersebut.

Postingan Josua Kalalo tentang balita yang kecanduan smartphone

Tidak lupa, ia juga mengingatkan bahwa peristiwa buruk ini bisa terjadi pada siapa saja. Dan saat ini terjadi, maka orangtua lah yang patut disalahkan atas kejadian ini.

“Mom and dad, yang belum bisa paksa anaknya untuk lepas dari hp baik game atau youtube. Jika ada apa apa dengan anak anda itu semua salah kalian. Jangan menyalahkan hp atau aplikasi di dalamnya,” terang si pemilik akun.

Dalam ilmu kedokteran sendiri, juling adalah keadaan di mana kedua mata tidak straight atau tidak tertuju pada satu obyek yang menjadi pusat perhatian. Sindrom mata ini dapat terjadi pada siapa saja, khususnya anak- anak. Terutama jika anak- anak gemar bermain gadget dengan tingkat kecerahan layer yang terlalu terang.

Baca Ini Juga Ya :   Kamu Setuju Nggak Sih Kalau Harga Rokok Dinaikkan Jadi Rp 50.000 per Bungkus?

Untuk mencegah hal ini terjadi pada buah hati tercinta atau kerabat, yuk mulai dari sekarang kita lebih bijak dalam menggunakan smartphone. Jika si kecil mulai kecanduan gadget, sebaiknya secara perlahan kita mengarahkan agar dia bisa mengurangi kecanduannya ini ke aktifias lain yang lebih aman dan kreatif untuk anak- anak.

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like