Type to search

Inspiratif

Viral! Bocah Pedagang Cilok Bertampang Sangar yang Ternyata Penghafal Al-Qur’an

Bocah penjual penghafal Al Qur'an

Don’t judge book by its cover, seperti kata pepatah. Dalam kalimat itu, kita diingatkan untuk tidak mudah menghakimi orang dari penampilannya. Hanya karena wajahnya terlihat garang, bukan berarti orang tersebut orang yang tidak punya etika dan hati.

Pepatah ini juga menggambarkan sosok penjual cilok yang kisahnya sedang viral ini. Sekilas dia terlihat seperti bocah pada umumnya, dengan wajah yang terlihat sangar. Namun ternyata, laki- laki yang bernama Muhammad Arifin ini bukan sekedar pemuda biasa. Di sela- sela aktifitasnya berdagang cilok, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk menghafal Al-Qur’an.

Padahal, dari tampilan luar, ia tidak terlihat seperti sosok yang religius, apalagi sebagai penghafal Al Qur’an. Dengan rambut mohawk yang dicat warna kuning tembaga, Arifin tampak mirip dengan anak punk jalanan.

Baca Ini Juga Ya :   Viral Kisah Penjual Bakso Tusuk, Harta Habis, Dua Kali Ditinggal Istri Hingga Jualan Bawa Anak

Dibalik sosoknya yang terlihat seperti rocker, Arifin ternyata pernah mondok di pondok pesantren di Sidogiri, Pasuruan. Ia sering terlihat berjualan di depan pagar Rumah Sakit Ansari Saleh, Banjarmasin.

Bocah penjual penghafal Al Qur'an

Persepsi tentang anak jalanan pada Arifin akan seketika hilang saat terdengar adzan dari dalam masjid. Dengan segera ia akan bergegas meninggalkan dagangannya dan menunaikan shalat. Kisah ini pun dituliskan oleh pemilik akun Facebook Masjid Hasanuddin Madjeje, Banjarmasin.

“Allahu Akbar Akbar…saat itu saya langsung terdiam dan hampir menangis.. Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak..namun ternyata Masya Allah dia penghafal Al Qur’an sudah 25 Juz dan pernah jadi santri dipondok..” tulis akun tersebut.

Baca Ini Juga Ya :   Kisah Sopir Taksi yang Mengembalikan Uang Tunai Rp 146 juta Milik Penumpangnya

Akun tersebut pun mengingatkan bahwa kita sebaiknya tidak menilai seseorang dari luarnya saja. Pada orang- orang di sekitarnya, Arifin pun juga kerap memberikan nasehat. Salah satunya adalah tentang rezeki dimana menurutnya tugas manusia bukan sekedar mencari rezeki, tapi juga bagaimana caranya untuk mendapatkan rezeki yang halal.

“Ini sungguh jadi pelajaran buat kita semua..jangan pernah menilai sesorang dari luar nya saja tetapi ternyata diri nya mulia dengan Al Qur’an…Masya Allah terasa hina sekali diri ini..terasa malu diri ini bila ada di dekat anak pemuda penjual pentol ini…malu diri ini yang masih tidak bisa mampu menjadikan Al Quran di dalam hidup ini..” tambahnya.

Komentar

komentar

Tags: