Type to search

Inspiratif

Richard Branson : Gagal di Sekolah itu Bukan Kiamat

Richard Branson : Gagal di Sekolah itu Bukan Kiamat

Menempa pendidikan di bangku sekolah memang penting, namun bukan segala- galanya. Ada kalanya bangku sekolah tidak sejalan sepenuhnya dengan yang kita inginkan. Maka nilai jelek atau gagal ujian sebenarnya bukan lah kiamat.

Setidaknya ini lah yang diungkapkan oleh Richard Branson, salah satu tokoh terkaya di Inggris.

Pemilik perusahaan antariksa Virgin Galactic ini pun mengungkap bahwa nilai bukan hal yang mendefinisikan sukses seseorang di masa depan. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Memang jelas ada beberapa pekerjaan seperti pengacara, dokter, akuntan atau pilot yang memerlukan edukasi formal. Tapi jika kalian kesulitan di sekolah, jangan loyo. Ingat jika menghadapi sebuah tantangan, kalian harus selalu mencoba dan mencari kesempatan,” tulisnya.

Baca Ini Juga Ya :   Meski Kaya Raya, 10 Foto Ini Adalah Bukti Sederhananya Keluarga Mark Zuckerberg

Richard Bronson pun membeberkan fakta banyaknya entrepreneur dunia dan pemimpin bisnis yang ternyata punya riwayat kurang baik terkait dengan pendidikan formal. Ada diantara mereka yang punya nilai jelek, gagal lulus, atau bahkan drop out dari sekolah.

“Banyak entrepreneur dunia dan pemimpin bisnis kepayahan di sekolah. Seandainya aku membiarkan ujian mendefinisikanku, aku tidak bisa membayangkan di mana aku berada sekarang,” cetusnya.

Bagaimana dengan Bronson sendiri?
Ternyata pengusaha yang mempunyai harta kisaran USD 4 miliar ini menderita disleksia saat masih sekolah sehingga harus drop out saat masih berusia 16 tahun. Baginya, sekolah tidak banyak membantu hidupnya.

“Aku masih sukar soal ejaan dan mengingat informasi. Aku sadar kekuatanku adalah pemikiran kreatif, melihat gambaran besar, skill soal manusia, kemampuan memecahkan masalah dan tidak takut berkata ya,” ungkapnya.

Baca Ini Juga Ya :   Kisah Pemimpin Termiskin Dunia : Gajinya Besar Tapi Digunakan untuk Sedekah. Hidupnya Sangat Sederhana

Bronson juga menyarankan agar seseorang sebaiknya menentukan apa yang ia sukai dan paling ia sukai, lalu mengerahkan fokusnya ke hal tersebut. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pendidikan di Inggris yang masih saja seperti era silam dan mementingkan nilai ujian.

“Ujian tidak selalu mengukur soal penting lain yang diperlukan dunia seperti eksplorasi, komunikasi dan mempengaruhi secara positif,” pungkas Branson.

Komentar

komentar