Type to search

Kesehatan

Mengapa Perut Terasa Mulas Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Penyebabnya

Kopi seringkali menjadi minuman yang wajb diteguk sebelum mulai beraktifitas. Meski mengandung kafein, kopi juga juga kaya akan antioksidan dan sejumlah kandungan zat gizi yang baik untuk tubuh.

Sayangnya, di sisi lain, kopi juga bisa menimbulkan reaksi tubuh tertentu untuk beberapa orang. Salah satu penelitian mengungkap bahwa 29 persen dari peminum kopi kerap mengalami mulas kurang lebih 20 menit setelah minum kopi. Kenapa bisa begitu ya?

Alasan Perut Terasa Mulasi Usai Minum Kopi

Jika rasa mulas ini sering kamu alami setelah minum kopi, percayalah bahwa kamu tidak sendirian. Dan ternyata adalah beberapa penyebab mengapa banyak orang mengalami mulas usai minum kopi. Yuk, kita simak bersama- sama..

1. Kafein Membuat Usus Besar Kita Berkontraksi

Secangkir kopi mengandung kafein

via Pixabay

Kopi adalah salah satu sumber kafein terbaik, sekaligus stimulant alami yang membantumu untuk tetap terjaga. Dalam satu sajian cangkir kopi yang disedih, kurang lebih terdapat 95mg kafein. Karena kafein ini adalah pendorong energi yang besar, kafein juga bisa merangsang dorongan untuk buang air besar.

Baca Ini Juga Ya :   Minum Kopi di Pagi Hari Cukup 30 Menit, Tapi Manfaatnya Luar Biasa!

Sebuah penelitian mengungkap bahwa kafein dapat membuat usus besar 60 kali lebih aktif daripada air biasa dan 23 persen lebih aktif daripada kopi tanpa kafein. Beberapa studi yang lain menunjukkan bahwa kafein dalam kopi juga mengaktifkan kontraksi di usus besar kita. Kontraksi ini mengakibatkan terjadinya dorongan isi perut ke arah rektum yang merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan.

Meski begitu, penelitian yang lain menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein juga bisa mengakibatkan rangsangan untuk buang air besar. Artinya, kontraksi di usus besar bukan terjadi semata- mata karena kafein, namun juga karena kandungan lain dalam kopi.

2. Kopi Dapat Menstimulasi Hormon

Kopi mahal di Qatar

via Pixabay

Kopi juga bisa meningkatkan kadar hormon gastrin dalam tubuh. Gastrin ini sendiri adalah hormon yang merangsang sekresi asam lambung (HCI) untuk membantu kerja lambung. Sama seperti kafein, gastrin juga mendorong usus besar agar bekerja lebih aktif. Sebuah studi mengungkap bahwa minum kopi biasa atau kopi tanpa kafein sendiri bisa meningkatkan kadar gastrin masing0 masing 2,3 dan 1,7 dibandingkan dengan minum air putih.

Baca Ini Juga Ya :   Gokil Abis! Harga Secangkir Kopi di 3 Negara ini Mahalnya Nggak Kira- Kira

Selain itu, kopi juga bisa menignkatkan kadar hormon pencernaan CCK (cholecystokinin). Lagi- lagi hormon ini juga bisa meningkatkan pergerakan makanan melalui usus besar dan membuat usus besar menjadi lebih aktif.

3. Susu dan Campuran Lainnya Meningkatkan Pergerakan Usus

Mahalnya harga secangkir kopi di Denmark

via Pixabay

Pada dasarnya kopi yang diseduh secara alami terbebas dari adanya pengawet dan zat aditif. Namun, jenis kopi yang populer dikonsumsi masyarakat adalah yang sudah bercampur dnegan susu, krim, gula, dan zat aditif lainnya. Dengan tambahan- tambahan khusus ini, terjadi peningkatan gerakan di usus karena mengandung laktosa.

Faktanya, hampir 65 persen orang di seluruh dunia ini kesulitan untuk mencerna laktosa dengan benar atau yang kerap disebut dengan istilah lactose intolerant. Beberapa gejala yang ditimbulkan dari lactose intolerant ini antara lain terjadi kembung,  diare, atau kram perut setelah mengkonsumsi susu. Jika memang ini yang terjadi, maka bisa dipastikan faktor laktosa lah yang memicu dorongan untuk buang air besar.

Baca Ini Juga Ya :   Hati- hati, Cium Bayi Sembarangan Ternyata Bisa Tularkan Penyakit Berbahaya Ini

4. Apakah Semua Orang Mengalami BAB (Buang Air Besar) Setelah Minum Kopi?

Wanita cantik minum kopi

via Food Revolution Network

Tidak semuanya! Dalam sebuah study, terdapat 29 persen peserta yang mengalami peningkatan dorongan untuk buang air besar dalam rentang waktu 20 menit usai minum kopi. Yang menarik, 53 persen dari semua wanita dalam penelitian tersebut lebih rentan terhadap dorongan ini.

Wanita lebih rentan karena kondisi pencernaannya seperti IBS (irritable bowel syndrome) memang elbih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Sehingga bisa dipastikan rasa mulas atau dorongan untuk buang air besar tidak terjadi pada semua orang. Tidak bisa dipastikan juga apakah rasa mulas ini akan semakin berkurang saat orang tersebt semakin rutin dalam mengonsumsi kopi.

 

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu termasuk 29 persen orang yang mengalami dorongan mulas dan ingin BAB seperti peserta dalam penelitian di atas? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar…

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like