Type to search

Hubungan

Jangan Kebablasan! Terlalu Romantis Seperti Ini Justru Bisa Memperburuk Hubungan

Terlalu romantis bisa membuat hubungan runyam

Siapa sih yang nggak pengen punya pasangan romantis? Jika pertanyaan ini dimunculkan, pastilah jawabannya setiap orang ingin punya pasangan romantis. Pasangan yang romantis akan membuat hubungan terasa lebih manis dan membahagiakan. Setuju nggak sih?

Namun, disisi lain, terlalu romantis setiap waktu ternyata bisa merusak hubungan itu sendiri lho! Bagaimana bisa?

Sastrawan asal Jerman, Goethem pernah mengungkapkan, “Jangan terlalu sering terlibat dengan perasaan. Hati yang terlalu sensitif biasanya dimiliki oleh orang yang tidak bahagia di dunia ini.”

Orang romantis biasanya punya hati yang cenderung sensitif. Dan mereka kerap berharap, sikap romantis mereka akan memicu orang lain untuk bersikap yang sama dalam hubungan. Padahal, setiap orang bisa mempunyai karakter yang berbeda dengan pasangannya. 

Terlalu Romantis Bisa Bikin Runyam Hubungan

Jika terlalu mengharapkan timbal balik dan sudah cenderung memaksakan, maka lambat laun pasangan akan merasa gerah dan tidak nyaman.

Selain itu, ada beberapa hal dimana sikap terlalu romantis justru bisa membuat hubungan justru makin runyam. Apa saja?

Baca Ini Juga Ya :   Ini Lho 10 Kisah Cinta Tragis Paling Legendaris yang Bikin Kamu Nangis

1. Terlalu Gombal

Gombal memang dibutuhkan sebagai bumbu dalam hubungan. Terutama di awal pacaran, gombalan sayang dan romantis disebut sebagai cara untuk menjaga hubungan tetap hangat. Namun, bila hal ini dilakukan secara terus- menerus dan tidak pada tempatnya, pasangan bisa merasa jenuh.

Misalnya saja saat kamu memuji dan merayu pasangan secara berlebihan dan menjadikannya senjata saat kamu tidak bisa menepati janji, maka pasanganmu lama- lama akan merasa muak.

Saat hubungan sudah masuk usia yang matang, gombalan bukan lagi jurus jitu. Sebaliknya, hal- hal sederhana dan komitmen dalam hubungan justru menjadi esensi yang lebih penting.

Sesekali menggombali pasangan memang perlu untuk mempermanis hubungan, tapi aturlah untuk tidak berlebihan.

Baca Ini Juga Ya :   Cara Termudah Move On dari Kenangan Mantan adalah Mengingat dan Merayakannya, Kok Bisa?

2. Terlalu Sering Bertanya

via Pixabay

Bertanya kepada pasangan untuk memastikan dia baik- baik saja tentu perlu dilakukan. Namun, terlalu sering bertanya tentang banyak hal akan membuat pasangan merasa Anda terlalu over protektif atau posesif.

Tak jarang, bersikap seperti ini akan memicu ketidaknyamanan dalam hubungan dan bahkan pertengkaran karena Anda dianggap tidak mempercayainya. Semakin sering bertanya, terutama hal- hal yang mengganggu aktifitas dan privasinya, akan membuat pasangan semakin kesal.

Misalnya saat kamu pulang dari berkumpul bersama temanmu, dan dia bertanya banyak hal seperti dengan siapa saja tadi, apakah ada teman laki- laki, siapa nama teman laki- laki itu dan apakah kalian dekat, dan pertanyaan detail lainnya.

Baca Ini Juga Ya :   Ini Dia Hal- Hal yang Akan Kamu Rasakan Setelah Menikah, yang Tidak Pernah Orang- Orang Ceritakan

3. Meminta Bertemu Keluarga Terlalu Cepat

Berkenalan dengan keluarga pasangan disebut pertanda baik untuk pasangan yang ingin menjalin hubungan serius. Namun, untuk tahap yang terlalu awal, hal ini bisa menjadi hal yang kurang menyenangkan untuk salah satu pihak.

Pasalnya, untuk mengenal satu sama lain dan mencocokkan diri saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika masih belum merasa cocok satu sama lain, mungkin bertemu dengan keluarga bukanlah langkah awal yang tepat.

Selain itu, meski disebut romantis, hal ini justru bisa dinilai melampaui batas dan terlalu cepat untuk dilakukan. 

Namun, tidak semua sikap romantis itu buruk

Bersikap romantis juga bisa mempererat hubungan menjadi lebih sehat dan bahagia. Hanya saja, kamu perlu mengatur porsinya agar tidak berlebihan.

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like