Type to search

Perlu Tahu

Nggak Tanggung- Tanggung, Di Singapura Penyebar Hoaks Terancam Denda 10 Miliar

Penyebar Hoax di Singapura Akan Didenda 10 Miliar

Bicara soal bahaya hoax, efeknya bukan hanya mempengaruhi satu orang satu saja. Bahkan kalau dilakukan secara terus menerus, hoax bisa menciptakan persepsi yang kuat di pikiran seseorang dan mempengaruhi stabilitas negara.

Nggak heran, beberapa negara benar- benar serius untuk berupaya mengatasi kasus berita hoax. Salah satunya adalah Singapura. Negara tetangga kita ini baru- baru ini mengesahkan Undang- Undang untuk mengkriminalisasi oknum penyebar berita palsu dan hoax. Pemerintah juga dengan tegas akan memblokir dan memerintahkan berita tersebut dihapus dari media sosial.

RUU Perlindungan dari Berita Palsu dan Manipulasi ini sendiri disahkan pada Mei silam dengan perolehan suara 72-9. Salah satu anggota parlemen dari Partai Pekerja oposisi menyatakan bahwa RUU tersebut resmi disahkan melalui akun Facebook miliknya.

Undang- Undang ini akan melarang peredaran konten hoax dan informasi palsu yang dianggap bisa mempengaruhi pemilihan umum.

Dilansir dari CNN, pengguna akun media sosial yang melanggar Undang- Undang ini akan terancam dengan hukuman hingga 10 tahun atau denda hingga 1 juta dollar Singapura atau senilai Rp 10 miliar.

Undang- Undang ini sendiri bukan tanpa pro dan kontra. Pengamat Hak Asasi Manusia adalah yang paling giat menyuarakan kritiknya terhadap UU ini lantaran dianggap sebagai ancaman kebebasan berekspresi.

Menjawab mereka yang kontra, Perdana Menteri Lee Hsien Loon menyebut kalau UU ini sudah diperdebatkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Ia sekaligus menolak menanggapi lebih lanjut soal adanya kemungkinan pembatasan kebebasan berekspresi setelah UU ini diberlakukan.

“Mereka mengkritik banyak hal tentang manajemen media Singapura, tetapi apa yang kami lakukan telah berhasil. Dan tujuan kami untuk terus melakukan hal-hal yang memberi dampak positif bagi Singapura. Dan saya pikir (undang-undang baru) akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam hal ini, “kata Loong saat berkunjung ke Malaysia.

Penanganan hoax memang dilema sebenarnya ya. Karena di satu sisi penyebaran berita hoax memang harus ditangani dengan serius. Di sisi lain, pemerintah bisa disebut diktator dan anti kritik jika bersikap tegas pada penyebar hoax.

Meski begitu, sepertinya akan menarik jika hukuman yang tegas diterapkan di Indonesia untuk para penyebar hoax. Terutama untuk hoax yang bersifat menggiring opini dan merusak kestabilan negara.

Bagaimana menurut kamu?

Baca Ini Juga Ya :   Situs Hoax di Indonesia Bisa Kantongi sampai 700 Juta, Kamu Dapat Apa?

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like