Type to search

Trending

Hebat! Dua Siswi SMA Temukan Obat Kanker, Raih Juara di Kompetisi Dunia

Siswi SMA Temukan Obat Kanker dan Jadi Juara Dunia

Baru- baru ini kita dihebohkan oleh prestasi dua siswi SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang sukses meneliti herbal tradisional suku Dayak yang dapat mengobati kanker payudara.

Berkat penemuan ini, siswi bernama Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri tersebut berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara dunia di kompetisi World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Hasil penemuan ini tentu bukan sembarangan. Obat penyembuh kanker yang mereka temukan ini terdiri dari bahan baku alami berupa batang pohon tunggal, atau dalam bahasa Dayak disebut dengan Bajakah. Tanaman ini dapat diperoleh di hutan Kalimantan Tengah.

Berawal dari Pengalaman Pribadi

Keberhasilan dua siswi ini berawal dari kisah salah satu anggota tim, Yazid, yang bercerita tentang anggota keluarganya yang mengidap kanker. Yazid mengungkap bahwa salah satu tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah kerap digunakan keluarganya untuk menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun. Tanaman ini dibuat dalam bentuk minuman bajakah.

Penemuan obat kanker berawal dari pengalaman pribadi

Penemuan obat kanker berawal dari pengalaman pribadi

Berawal dari ini, ketiga siswa ini melakukan penelitian lebih lanjut tentang kayu bajakah, dengan dibimbing Helita MPd, guru biologi ketiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya.

Penelitian dengan Sampel Tikus

Penelitian pertama diawali dengan uji pendahuluan di laboratorium sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan uji sampel penelitian lanjutan dengan menggunakan dua ekor mencit atau tikus betina atau tikus berwarna putih.

Tikus tersebut awalnya diinduksi atau disuntik dengan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker. Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan pada tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala.

Tikus itu kemudian diberikan dua obat penawar yang berbeda. Satu tikus diberikan bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan ke tikus. Sementara tikus lainnya diberi air rebusan kayu bajakah.

Hasilnya, setelah memasuki hari ke-50, tikus yang diberi air penawar dari bawang dayak mati. Sedangkan tikus yang diberi cairan kayu bajakah tetap sehat dan bisa berkembang biak dengan normal.

Penelitian tidak berhenti disitu. Awal Mei 2019, penelitian dilanjutkan dengan memeriksa kandungan yang terdapat pada kayu bajakah melalui uji laboratorium, bekerja sama dengan pihak laboratorium di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca Ini Juga Ya :   Kenalan Dulu Sama Griselda Sastrawinata, Animator Film “Shrek” asal Indonesia
Meraih juara dalam event WICO di Seoul, Korea Selatan

Meraih juara dalam event WICO di Seoul, Korea Selatan


Penelitian lanjutan ini mengungkap kandungan ajaib yang ada dalam kayu bajakah. Kayu bajakah terbukti mempunyai kandungan antioksidan ribuan kali lipat lebih banyak dari jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan. Kandungan ini lah yang membuat kayu bajakah sangat baik untuk penyembuhan kanker.

Uji laboratorium juga menemukan kandungan fenolik, steroid, tannin, alkonoid, saponin, terpenoid, hingga alkonoid.

Pendapat Ahli Soal Tanaman Bajakah dan Kanker

Penemuan ini memang sudah mendapatkan penghargaan internasional,namun apakah penderita kanker perlu berbondong- bondong minum akar Bajakah untuk menyembuhkan kankernya? Bagaimana pendapat para ahli?

Prof Dr dr Aru Sudoyo, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan berharap terhadap Bajakah ini. Pasalnya, memang ada banyak sekali obat kanker yang berasal dari tanaman herbal khas Indonesia. Mulai dari dedaunan, akar, bahkan kulit dan batang pepohonan.

Namun, dibutuhkan proses yang lebih panjang untuk memastikan secara benar manfaatnya untuk pengobatan kanker pada manusia.

Meski begitu, pemerintah sepakat bahwa penemuan Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri adalah temuan yang menarik. Pemerintah pun sepakat untuk memberikan penghargaan kepada dua siswi tersebut.

Saat ini sudah banyak pihak yang menghubungi mereka untuk bisa mendapatkan kayu bajakah sebagai obat penyembuh kanker, Meski begitu, baik mereka maupun guru pembimbing belum ada rencana untuk memproduksi hasil temuan mereka untuk diperjualbelikan.

Baca Ini Juga Ya :   Dalam 6 Hal Ini, Indonesia Menjadi Nomer Satu di Dunia

Komentar

komentar

Tags:

You Might also Like