Type to search

Showbiz & Lifestyle

Kenalan Dulu dengan Social Climber : Gejala Orang Miskin Ingin Kelihatan Kaya

Apa itu Social Climber? Apa saja efek negatifnya?

Pernah nggak sih dengar istilah Social Climber? Untuk generasi milenial, istilah ini mungkin nggak asing. Atau secara nggak sadar, kamu mungkin sering ketemu dengan teman yang kayak gini. Hanya saja, kamu belum paham kalau ciri- ciri perilaku temanmu ini termasuk ke kategori social climber.

Misalnya nih, saat punya tas baru, temanmu itu langsung pamer di story atau feed media sosialnya. Punya HP baru pamer, nonton film pamer, liburan ke tempat mewah pamer, makan di restoran mahal pamer, bahkan sampai ke toilet mall saja juga pamer dengan pamer foto di depan cermin toilet mall.

Yang paling parah dari social climber ini, kehidupan nyatanya sebenarnya nggak seindah yang dia pamerkan di media sosial. Meski sering pamer barang mewah dan kehidupan glamour, seorang social climber bukanlah orang yang benar- benar kaya. Mereka sebenarnya cenderung golongan menengah, atau bahkan ada juga yang menengah ke bawah.

Baca Ini Juga Ya :   5 Selebriti Tanah yang Memutuskan Tidak Lagi Menjadi WNI

Pengertian “Penyakit Jiwa” Social Climber

Jadi, Social Climber pada dasarnya adalah perilaku seseorang yang dilakukan untuk meningkatkan status sosialnya. Ia melakukan banyak hal agar mendapatkan pengakuan status sosial yang lebih tinggi dari keadaan sebenarnya.

Nggak heran, mereka yang mengidap penyakit social climber ini identik dengan gaya hidup yang selalu ingin terlihat wah dan glamour. Demi gaya hidup ini, ia ingin mendapat pengakuan dari orang lain bahwa dirinya kaya, bahagia, dan mempunyai kehidupan yang lebih dari sekedar kecukupan. Meskipun kondisi sebenarnya tidak seperti yang selalu ia pamerkan di media sosial.

Social Climber selalu menyukai barang- barang mewah

Demi Terlihat Wah, Social Climber Bisa Menghalalkan Segala Cara

Sebenarnya sih banyak orang yang suka dianggap sebagai orang kaya. Namun, seorang social climber bisa melakukan apa saja demi meningkatkan status sosial mereka. Mereka kadang sampai mengabaikan akal sehat mereka dan rela melakukan segala hal.

Seorang social climber akan merasa minder, tidak nyaman, dan khawatir tidak diterima di lingkungannya atau circle pertemanannya bila tidak terlihat wah. Akibatnya, dia bisa melakukan berbagai cara demi terlihat mewah. Duhhh….

Social Climber bisa disebut dengan ‘penyakit kejiwaan’ karena penderitanya sering diliputi rasa khawatir dan tidak percaya diri jika tidak menggunaan barang- barang dari brand ternama. Ia juga merasa takut jika terlihat miskin, dan sering tidak bisa menerima kondisi dirinya dalam keadaan sebenarnya.

Berbeda dengan Social Climber, orang- orang yang benaran kaya biasanya justru tidak begitu tertarik untuk memamerkan kekayaan mereka. Nggak jarang, orang kaya justru ingin tampil sederhana. Contohnya saja Mark Zuckerberg, dan Bill Gates. Penampilan mereka super sederhana, bukan? Gaya hidupnya juga lhoo 🙂

Baca Ini Juga Ya :   Ratu Inggris Buka Lowongan Admin Sosmed, Gajinya Rp 556 Juta. Mau?

Efek Negatif Penyakit Social Climber

Penyakit social climber ini bahaya nggak sih? Yup, tentu saja. Social climberadalah salah satu benih penyakit kejiwaan yang sangat berbahaya. Apalagi di atas juga disebutkan kalau mereka rela melakukan segala cara untuk meningkatkan status sosialnya, bukan?

Artinya, mereka tidak sungkan untuk melakukan hal- hal negatif sekalipun demi gaya hidup. Kamu pasti pernah mendengar ada mahasiswa yang menjadi simpanan om- om demi bisa memuaskan gaya hidupnya, kan? Ada juga yang rela korupsi dan melakukan tindakan negatif lainnya demi memenuhi gaya hidupnya. Sekali terjebak, efeknya bisa mengerikan.

Semua rela dilakukan demi gaya hidup mewah

Pahamilah, Hidup adalah Sebuah Proses

Seandainya setiap orang memahami bahwa untuk menjadi kaya dan sukses tidak bisa didapatkan secara instan, tentu tidak ada yang akan menjadi Social Climber. Sukses bukan lah proses instan, melainkan diperoleh dengan jerih payah dan perjuangan.

Saat kaya diperoleh melalui proses panjang ini, maka orang cenderung lebih tenang dan menyukai gaya hidup sederhana. Mereka tidak suka membohongi diri sendiri dan lebih banyak bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

Baca Ini Juga Ya :   5 Selebriti Tanah yang Memutuskan Tidak Lagi Menjadi WNI

Komentar

komentar